Luka lama monarki belum pulih, demo Gen Z Nepal 2025 berujung krisis politik

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 16 September 2025 | 22:15 WIB
Melihat jejak sejarah sistem pemerintahan Nepal usai aksi demonstrasi besar berujung kerusuhan di Kathmandu (Unsplash.com/Binaya)
Melihat jejak sejarah sistem pemerintahan Nepal usai aksi demonstrasi besar berujung kerusuhan di Kathmandu (Unsplash.com/Binaya)

Demokrasi yang dinilai gagal

Meski sistem republik lahir, stabilitas tak kunjung hadir. Nepal diguncang krisis demi krisis mulai dari gempa bumi 2015, pandemi Covid-19, hingga keterpurukan ekonomi.

Baca Juga: Truk ekspedisi terbakar di Tol Cipali, paket online hangus dilalap api

Generasi muda yang lahir setelah tumbangnya monarki merasa dikhianati.

Mereka menilai elite politik hanya sibuk perebutan kekuasaan sementara pengangguran, inflasi, dan korupsi tak teratasi.

Gen Z mengguncang jalanan

Aksi protes besar September 2025 disebut sebagai puncak kekecewaan generasi baru Nepal.

Dengan tuntutan perubahan, massa turun ke jalan hingga bentrok dengan aparat.

Baca Juga: Istana dan DPR tegas bantah isu surpres pergantian Kapolri

Kerusuhan kali ini kembali membangkitkan trauma lama, mirip dengan gelombang protes 2006 yang menggulingkan monarki.

Bedanya, kini generasi yang menjadi korban adalah mereka yang sejak lahir hanya mengenal Nepal sebagai republik.

Tragedi ini menunjukkan, luka sejarah Nepal belum sepenuhnya sembuh.

Jalan menuju stabilitas masih panjang, sementara rakyat mendesak jawaban segera dari sistem politik yang kian goyah.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X