GENMILENIAL.ID – Gelombang demonstrasi besar-besaran mengguncang Kathmandu, Nepal, hingga berujung ricuh pada Rabu, 10 September 2025.
Massa menyerang gedung parlemen, membakar sejumlah bangunan, hingga menjarah di berbagai titik ibu kota.
Militer Nepal melaporkan sedikitnya 27 orang ditangkap dalam kerusuhan yang pecah sejak Selasa, 9 September 2025.
“Uang tunai hasil jarahan sebesar NPR 3,37 juta (Rp393 juta) berhasil kami sita dari para tersangka,” ungkap Angkatan Darat Nepal dikutip dari The Himalayan Times.
Baca Juga: Presiden Prabowo telepon Emir Qatar, tegaskan dukungan Indonesia usai serangan Israel
Bentrokan memakan korban. Sedikitnya 24 polisi dan tiga warga sipil dirawat di rumah sakit militer, sementara 22 orang dilaporkan tewas setelah aparat menembakkan gas air mata, meriam air, hingga peluru tajam.
Kericuhan ini disebut dipicu dua hal utama: skandal korupsi yang mengakar serta larangan pemerintah terhadap penggunaan media sosial.
Revolusi Gen Z, dari medsos ke jalanan
Aksi protes yang dijuluki Revolusi Gen Z melibatkan ribuan generasi muda Nepal.
Mereka menuntut perubahan politik, pemberantasan korupsi, serta pencabutan blokir terhadap 26 platform media sosial, termasuk Facebook, Instagram, YouTube, WhatsApp, dan X.
Pemerintah beralasan pemblokiran dilakukan untuk mencegah hoaks dan ujaran kebencian.
Namun, publik menilai kebijakan itu justru bertujuan membungkam suara rakyat, terutama kritik terhadap skandal korupsi di lingkar kekuasaan.
Amarah massa memuncak hingga gedung parlemen dan hotel Hilton di Kathmandu menjadi sasaran.
Artikel Terkait
Indonesia serukan perdamaian di tengah memanasnya konflik Thailand-Kamboja, awasi keselamatan WNI
Prabowo instruksikan perbaikan ekonomi, fasilitas umum, dan program prioritas usai demo Agustus 2025
Pertimbangkan masa depan mahasiswa, Kapolda Jabar pilih bebaskan peserta aksi demo
SBY serukan dialog pasca demo, optimistis Indonesia lebih baik di bawah Prabowo
Tanggapi isu 17 plus 8, Menkeu: Demo akan hilang jika ekonomi tumbuh cepat
Kemlu pastikan WNI di Nepal aman, siapkan opsi pemulangan
Ironi ketimpangan ekonomi di balik demo Nepal, segelintir kaya kuasai 3 kali lipat pendapatan warga miskin