Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen untuk usut demo Agustus 2025

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 22:20 WIB
Presiden Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen terkait demo Agustus 2025 (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo setujui pembentukan tim investigasi independen terkait demo Agustus 2025 (Instagram/sekretariat.kabinet)

GENMILENIAL.ID – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tim investigasi independen terkait demo Agustus 2025 yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Hal ini disampaikan oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai bertemu Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 11 September 2025.

Pertemuan berlangsung sekitar tiga jam bersama sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB).

Baca Juga: AHY dukung tim investigasi independen, sebut bisa cegah hoaks dan teori konspirasi

“Perlu dibentuk komisi investigasi independen terkait dengan kejadian prahara Agustus beberapa waktu lalu yang menimbulkan jumlah korban jiwa, korban kekerasan, luka-luka yang cukup banyak,” ujar Lukman.

Menurutnya, Prabowo telah menyetujui langkah tersebut.

“Detailnya tentu nanti pihak Istana akan menyampaikan bagaimana formatnya,” imbuhnya.

Selain itu, GNB juga mendesak pembebasan mahasiswa, aktivis, hingga pelajar yang masih ditahan usai demo.

Baca Juga: Prabowo jadi pembicara di Sidang Umum PBB, Kemlu pastikan bahas isu global panas

“Kami menyampaikan tuntutan bahwa adik-adik kita, anak-anak kita, para aktivis, para mahasiswa, bahkan pelajar yang saat ini masih ditahan di sejumlah kota di Tanah Air untuk segera dibebaskan,” kata Lukman.

Ia menilai penahanan tersebut bisa menghambat proses pendidikan mereka.

Lebih jauh, Lukman menyebut tuntutan GNB mencakup reformasi di bidang ekonomi, politik, hukum, HAM, hingga pertahanan dan keamanan, yang menurutnya selaras dengan aspirasi sejumlah kalangan masyarakat.

Selain menyetujui pembentukan tim investigasi independen, Prabowo juga disebut memberikan persetujuan atas rencana pembentukan tim reformasi kepolisian.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X