Fenomena ‘nepo kids’ anak pejabat jadi pemicu gelombang reformasi di Nepal

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 11 September 2025 | 15:31 WIB
Menyoroti fenomena gaya pamer harta anak pejabat yang memicu gelombang tuntutan reformasi di Nepal (Unsplash.com/Pranish)
Menyoroti fenomena gaya pamer harta anak pejabat yang memicu gelombang tuntutan reformasi di Nepal (Unsplash.com/Pranish)

GENMILENIAL.ID – Fenomena nepo kids atau anak pejabat yang kerap memamerkan gaya hidup mewah, memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di Nepal.

Protes meluas hingga membuat Perdana Menteri Nepal, Khadga Prasad Sharma Oli, resmi mengundurkan diri pada Selasa, 9 September 2025.

Istilah nepo kids awalnya populer di India untuk menyebut anak selebriti yang mudah masuk industri film.

Baca Juga: Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos

Namun, di Nepal, makna itu bergeser dengan konotasi negatif yang menyoroti anak pejabat bergelimang kemewahan di tengah kondisi rakyat hidup dalam kesulitan.

Menurut laporan Al Jazeera, Rabu, 10 September 2025, kerusuhan dalam demonstrasi tersebut menewaskan lebih dari 20 orang, termasuk istri mantan perdana menteri Nepal, Radhika Shakya.

Mayoritas korban berasal dari kalangan muda yang terlibat dalam aksi protes.

Kemarahan generasi muda dipicu oleh video dan unggahan anak pejabat yang memamerkan mobil mewah, barang bermerek, hingga gaya hidup glamor.

Baca Juga: Presiden Prabowo telepon Emir Qatar, tegaskan dukungan Indonesia usai serangan Israel

Tagar Nepo Kid pun menjadi tren di media sosial, simbol kekecewaan terhadap kesenjangan sosial yang makin mencolok.

Meski Oli mundur, demonstrasi tetap berlanjut. Massa kembali turun ke jalan di Kathmandu dan Lalitpur, membakar ban, menyerang kantor partai politik, hingga memaksa bandara internasional Kathmandu menutup penerbangan.

Sejumlah menteri juga ikut mundur, seperti Menteri Dalam Negeri Ramesh Lekhak dan Menteri Pertanian Ramnath Adhikari.

Pengamat politik Nepal, Yog Raj Lamichhane, menilai fenomena ini mencerminkan akar persoalan lama, ketimpangan ekonomi dan dominasi elite dalam kekuasaan.

Baca Juga: Ironi ketimpangan ekonomi di balik demo Nepal, segelintir kaya kuasai 3 kali lipat pendapatan warga miskin

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X