Ketua BEM UI ingatkan pejabat belajar dari protes Gen Z Nepal: Jangan hanya redakan amarah publik

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 19:23 WIB
Ketua BEM UI, Agus Setiawan menyoroti tuntutan yang disuarakan para Gen Z dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Kathmandu, Nepal (Instagram.com/@agussetiawannnn6)
Ketua BEM UI, Agus Setiawan menyoroti tuntutan yang disuarakan para Gen Z dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh di Kathmandu, Nepal (Instagram.com/@agussetiawannnn6)

GENMILENIAL.ID – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Agus Setiawan, menyoroti demonstrasi besar di Kathmandu, Nepal, yang dimotori generasi muda atau Gen Z pada Rabu, 10 September 2025.

Ia menilai, gejolak serupa bisa saja terjadi di Indonesia bila pejabat tidak serius melakukan perbaikan.

Gelombang protes di Nepal pecah lantaran kekecewaan anak muda terhadap pejabat yang dinilai korup dan gemar pamer harta di media sosial.

Baca Juga: KPDM apresiasi teknologi dan fasilitas belajar PT Dahana di Subang

Kondisi itu diperparah dengan krisis ekonomi dan sempitnya lapangan kerja yang membuat masa depan generasi muda terancam.

“Kalau menurut saya, tuntutan demonstrasi yang terjadi di Nepal itu hampir mirip dengan yang terjadi di Indonesia,” ujar Agus dalam program Kontroversi yang tayang di YouTube Metro TV, Kamis 11 September 2025.

Agus mengingatkan bahwa DPR, pemerintah, TNI-Polri, hingga partai politik harus menunjukkan itikad baik memperbaiki kondisi agar amarah publik tidak semakin meluas.

“Indonesia sedikit lagi bisa berada di titik itu, kalau tidak ada keseriusan untuk berbenah diri,” tegasnya.

Baca Juga: Dunia berduka atas kematian Charlie Kirk, pemimpin global ingatkan ancaman bagi demokrasi

Menurut Agus, respons instan tidak cukup untuk meredam gejolak sosial.

“Yang namanya amarah publik itu harus diredam dengan menuntaskan akar masalahnya, bukan cuma ‘dikipas-kipaskan asapnya’ untuk sementara waktu,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pola lama tetap dipertahankan, potensi ledakan sosial tidak bisa dihindari.

“Pada akhirnya (amarah publik) akan menjadi bom waktu,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X