Teriakan 'Macron harus mundur!' terdengar di sejumlah titik aksi.
“Masalahnya bukan menteri, masalahnya Macron,” ucap Fred, pengunjuk rasa lain.
Meski banyak berlangsung damai, bentrokan tak terhindarkan di Paris. Polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Sebanyak hampir 200 orang ditangkap di ibu kota, sementara total 415 orang dilaporkan masih ditahan di berbagai kota di Prancis.***
Artikel Terkait
Presiden Macron kagumi Candi Borobudur dan resmikan kemitraan budaya Indonesia-Prancis
Parlemen Malaysia sindir sambutan meriah Prabowo di Prancis, kunjungan Anwar Ibrahim dinilai sepi
Resmi ke LOSC Lille, Calvin Verdonk jadi bek kiri Indonesia pertama di Ligue 1 Prancis
Kemlu pastikan WNI di Nepal aman, siapkan opsi pemulangan
Ironi ketimpangan ekonomi di balik demo Nepal, segelintir kaya kuasai 3 kali lipat pendapatan warga miskin
Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos
Fenomena ‘nepo kids’ anak pejabat jadi pemicu gelombang reformasi di Nepal