GENMILENIAL.ID - Gelombang protes besar bertajuk 'Block Everything' atau 'Blokir Semuanya' mengguncang Prancis pada Kamis, 11 September 2025.
Aksi yang digerakkan lewat media sosial itu berhasil menggerakkan hampir 200 ribu orang turun ke jalan di berbagai kota, menuntut keadilan ekonomi sekaligus menolak kebijakan politik Presiden Emmanuel Macron.
Menurut laporan AFP, jumlah peserta mencapai 197 ribu orang. Massa menuntut layanan publik yang lebih baik, pajak lebih tinggi untuk kalangan kaya, keringanan pajak bagi warga kelas bawah, serta distribusi kekayaan yang lebih merata.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-59, PT Dahana tekankan pentingnya donor darah untuk karyawan dan masyarakat
“Kami ingin layanan publik yang efektif, pajak lebih tinggi untuk orang kaya, pajak lebih kecil untuk orang miskin,” ujar Jean-Baptiste, salah seorang demonstran berusia 30 tahun.
Kemelut ini dipicu oleh kebijakan penghematan pemerintah yang memotong sejumlah layanan sosial, sementara beban hidup rakyat kelas menengah kian berat.
Prancis sendiri sedang berada di bawah tekanan Uni Eropa untuk menurunkan defisit anggaran yang kini hampir dua kali lipat dari batas 3 persen, dengan utang publik menembus 114 persen dari PDB.
Baca Juga: Atlet Muaythai asal Subang tampil di ONE Championship, bukti kualitas setara level Asia
Selain faktor ekonomi, keputusan Macron menunjuk Sebastien Lecornu sebagai Perdana Menteri baru turut memperuncing situasi.
Lecornu dikenal sebagai loyalis Macron sejak 2017, sehingga publik menilai langkah itu arogan dan mengabaikan dialog dengan oposisi.
“Macron tidak peduli dengan rakyat Prancis,” kata seorang demonstran bernama Marie.
Ia menilai pengangkatan PM loyalis hanya memperkeruh suasana politik.
Baca Juga: Terpengaruh tren medsos, dua pemuda lempar bom molotov ke 6 pos polisi di Jogja-Sleman
Artikel Terkait
Presiden Macron kagumi Candi Borobudur dan resmikan kemitraan budaya Indonesia-Prancis
Parlemen Malaysia sindir sambutan meriah Prabowo di Prancis, kunjungan Anwar Ibrahim dinilai sepi
Resmi ke LOSC Lille, Calvin Verdonk jadi bek kiri Indonesia pertama di Ligue 1 Prancis
Kemlu pastikan WNI di Nepal aman, siapkan opsi pemulangan
Ironi ketimpangan ekonomi di balik demo Nepal, segelintir kaya kuasai 3 kali lipat pendapatan warga miskin
Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos
Fenomena ‘nepo kids’ anak pejabat jadi pemicu gelombang reformasi di Nepal