“Anak pejabat hidup dari keuntungan politik orang tuanya. Ini menimbulkan frustrasi luar biasa di kalangan rakyat biasa,” ujarnya.
Dosen Kathmandu University, Dipesh Karki, menyebut fenomena nepo kids hanyalah wajah baru dari praktik lama penangkapan sumber daya oleh kelompok elite sejak masa kerajaan.
Kini, nepo kids dianggap sebagai simbol nyata ketidakadilan sosial di Nepal, sekaligus pemicu gelombang tuntutan reformasi total terhadap pemerintahan.***
Artikel Terkait
Kang Rey usai shalat ghaib: Demo Subang jadi contoh, anarkis hanya karena oknum penyusup
Prabowo instruksikan perbaikan ekonomi, fasilitas umum, dan program prioritas usai demo Agustus 2025
SBY serukan dialog pasca demo, optimistis Indonesia lebih baik di bawah Prabowo
Tanggapi isu 17 plus 8, Menkeu: Demo akan hilang jika ekonomi tumbuh cepat
Kemlu pastikan WNI di Nepal aman, siapkan opsi pemulangan
Ironi ketimpangan ekonomi di balik demo Nepal, segelintir kaya kuasai 3 kali lipat pendapatan warga miskin
Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos