Tanggapi isu 17 plus 8, Menkeu: Demo akan hilang jika ekonomi tumbuh cepat

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 9 September 2025 | 13:21 WIB
Menkeu Purbaya bicara tuntutan 17 plus 8 hanya suara sebagian kecil rakyat (Dok. LPS)
Menkeu Purbaya bicara tuntutan 17 plus 8 hanya suara sebagian kecil rakyat (Dok. LPS)

GENMILENIAL.IDMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi isu tuntutan 17 plus 8 yang belakangan ramai dibicarakan publik.

Menurutnya, keresahan tersebut muncul hanya dari sebagian kecil masyarakat dan akan mereda seiring dengan menguatnya pertumbuhan ekonomi nasional.

"Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang," kata Purbaya di Jakarta, Senin 8 September 2025.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan terpaku pada tekanan politik atau demonstrasi, melainkan fokus pada penguatan fundamental ekonomi.

Baca Juga: IFG Symphony Choir raihemas di Nusantara International Choir Folk Festival 2025

Target pertumbuhan sebesar 6–7 persen diyakini cukup untuk membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen 7 persen itu (tuntutan 17 plus 8) akan hilang dengan otomatis," ujarnya.

Purbaya optimistis, dengan terbukanya peluang kerja dan meningkatnya daya beli, masyarakat akan lebih sibuk mencari nafkah ketimbang menggelar aksi protes.

"Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," tambahnya.

Baca Juga: Dari LPS ke Kemenkeu, begini rekam capaian Purbaya Yudhi Sadewa di Triwulan I 2025

Menkeu juga menyinggung wacana pertumbuhan 8 persen yang banyak dikaitkan dengan tuntutan publik.

Ia menilai pemerintah tidak perlu terpaku pada angka, melainkan mengupayakan pertumbuhan yang realistis dan optimal sesuai kondisi ekonomi.

"Bukan bakalan dikejar 8 persen, kita akan kejar ciptakan pertumbuhan yang paling cepat seoptimal mungkin," tegasnya.

Dengan penegasan ini, pemerintah ingin memastikan arah kebijakan tetap fokus pada penciptaan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang diharapkan mampu meredam keresahan sosial.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X