Gejolak Nepal memanas: Revolusi Gen Z melawan korupsi dan larangan medsos

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 11 September 2025 | 14:08 WIB
Menyoroti awal mula gejolak aksi demonstrasi berujung ricuh di Kathmandu, Nepal. (vermelho.org.br)
Menyoroti awal mula gejolak aksi demonstrasi berujung ricuh di Kathmandu, Nepal. (vermelho.org.br)

Tekanan publik akhirnya membuat Perdana Menteri Sharma Oli dan Presiden Ram Chandra Paudel mengundurkan diri.

Baca Juga: Mahfud MD: Rektor kampus akui jarang bertemu Nadiem Makarim saat menjabat Mendikbud

Korupsi, luka lama yang membara

Selain larangan medsos, skandal korupsi dianggap menjadi bahan bakar utama meledaknya aksi.

Publik menilai pembangunan di Nepal mandek karena dana publik dikorupsi pejabat.

“Pembangunan tidak berjalan karena para politisi menyimpan semua uang di saku mereka. Hal ini menghancurkan masa depan kita,” kata Darshana Padal, warga Kathmandu yang turun ke jalan.

Aktivis masyarakat sipil, Dovan Rai, menegaskan bahwa mundurnya pemimpin belum cukup.

Baca Juga: Kemlu pastikan WNI di Nepal aman, siapkan opsi pemulangan

“Ini bukan sekadar soal pemimpin mundur, tapi soal perubahan sistem. Masyarakat sudah muak dengan korupsi, nepotisme, dan janji-janji palsu,” ujarnya.

Kini, dunia internasional menanti langkah lanjutan pemerintah Nepal dalam meredakan krisis politik dan sosial pasca gejolak berdarah di Kathmandu.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X