Indonesia serukan perdamaian di tengah memanasnya konflik Thailand-Kamboja, awasi keselamatan WNI

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 25 Juli 2025 | 16:58 WIB
Pemerintah Indonesia akan mengawasi WNI yang berada di wilayah terdampak konflik Thailand dengan Kamboja (Indonesia.go.id)
Pemerintah Indonesia akan mengawasi WNI yang berada di wilayah terdampak konflik Thailand dengan Kamboja (Indonesia.go.id)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyerukan penyelesaian damai atas konflik bersenjata yang memanas antara Thailand dan Kamboja.

Ketegangan yang meningkat di perbatasan kedua negara Asia Tenggara itu menjadi perhatian serius Indonesia, khususnya terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.

“Indonesia memantau dengan cermat perkembangan di perbatasan antara Thailand dan Kamboja,” tulis Kemlu RI dalam pernyataan resminya di platform X, Jumat, 25 Juli 2025.

Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid tegaskan transfer data ke AS tetap di bawah perlindungan hukum

Kemlu menekankan pentingnya penyelesaian melalui jalur damai.

“Kami yakin bahwa kedua negara tetangga akan segera kembali ke cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah Indonesia juga memastikan pemantauan terhadap WNI yang tinggal di sekitar daerah konflik.

“Pemerintah Republik Indonesia juga memantau keselamatan dan kesejahteraan warganya yang tinggal di daerah terdampak,” tegas Kemlu.

Baca Juga: Mahfud MD: Vonis Tom Lembong salah, hakim bisa dilawan karena belum inkrah

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja meningkat sejak Mei 2025 setelah insiden tewasnya seorang tentara Kamboja dalam konfrontasi bersenjata.

Situasi semakin memburuk akibat peristiwa pada Februari 2025, ketika otoritas Thailand melarang wisatawan Kamboja menyanyikan lagu kebangsaan di Prasat Ta Moan Thon, kuil Khmer yang berada di wilayah sengketa.

Kini konflik berkembang menjadi krisis kemanusiaan. Kementerian Dalam Negeri Thailand mencatat lebih dari 138.000 orang, termasuk ratusan pasien rumah sakit, telah dievakuasi.

Baca Juga: Viral video tank Kamboja beredar, konflik dengan Thailand kian panas

Di pihak lain, Kamboja juga memindahkan lebih dari 20.000 warga dari Provinsi Preah Vihear.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X