Pakar hukum nilai vonis Tom Lembong sarat muatan politik, singgung Zulhas

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 24 Juli 2025 | 04:03 WIB
Eks Mendag RI, Tom Lembong dan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari (Instagram.com/@tomlembong - YouTube.com/Rakyat Bersuara iNews)
Eks Mendag RI, Tom Lembong dan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari (Instagram.com/@tomlembong - YouTube.com/Rakyat Bersuara iNews)

GENMILENIAL.ID – Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai vonis 4,5 tahun penjara terhadap mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dalam kasus korupsi importasi gula bukan hanya persoalan hukum semata, melainkan juga terkait keberpihakan politik.

Dalam program Rakyat Bersuara yang ditayangkan ulang di YouTube iNews pada Selasa, 22 Juli 2025, Feri menyebut posisi politik Lembong sebagai faktor yang mempengaruhi jalannya proses hukum.

“Pak Tom Lembong salah arah keberpihakan. Coba kalau berpihak kepada kekuasaan, mungkin nasibnya akan berbeda,” ujar Feri.

Baca Juga: Eks Hakim Agung: Tak ada niat jahat bukan berarti tak bisa diproses hukum

Ia menilai, meskipun ada unsur pelanggaran hukum, vonis tersebut memperlihatkan bahwa hukum lebih tajam kepada pihak yang tidak berada dalam lingkaran kekuasaan.

“Kesalahan Pak Tom bukan hanya secara hukum, tapi salah memilih pihak. Kalau dekat dengan kekuasaan, bisa jadi tak tersentuh,” imbuhnya.

Sebagai pembanding, Feri menyebut lambannya proses penanganan hukum terhadap kasus yang diduga melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).

“Saya punya catatan, kasus yang melibatkan Pak Zulhas kapan ditangani? Kan banyak hal yang bisa dibuktikan,” ucapnya.

Baca Juga: Pramono klaim transportasi Jakarta lebih baik dari New York usai kunjungan kerja ke AS

Feri juga mengkritik penegakan hukum yang dianggap berjalan lambat jika menyangkut figur dari pihak berkuasa.

Menurutnya, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa hukum bersifat tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Ayo cepat supaya kami bisa berprasangka baik. Jangan sampai hukum terlihat timpang dan hanya menjerat mereka yang berseberangan,” pungkasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X