Keluar dari persembunyian, Netanyahu ancam Iran: Mereka akan membayar mahal

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Senin, 16 Juni 2025 | 19:33 WIB
Momen Benjamin Netanyahu keluar dari tempat persembunyian untuk melihat kondisi kota Bat Yam (x.com/netanyahu)
Momen Benjamin Netanyahu keluar dari tempat persembunyian untuk melihat kondisi kota Bat Yam (x.com/netanyahu)

GENMILENIAL.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya tampil di hadapan publik setelah sebelumnya dikabarkan berlindung di dalam bunker pasca serangan balasan dari Iran.

Netanyahu muncul di kota Bat Yam, Israel tengah, salah satu wilayah yang terdampak langsung serangan rudal dan drone dari Iran.

Beberapa bangunan di kota tersebut mengalami kerusakan serius dan warga terpaksa mengungsi sementara waktu.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa Iran akan menerima konsekuensi berat atas apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap warga sipil.

Baca Juga: Setelah Tel Aviv diserang, Menhan Israel ancam keselamatan warga Teheran

"Iran akan membayar harga yang sangat mahal atas pembunuhan warga sipil, perempuan, dan anak-anak yang mereka lakukan dengan sengaja," ujar Netanyahu melalui akun resmi X miliknya, Senin, 16 Juni 2025.

Netanyahu juga menyatakan bahwa operasi militer Israel akan terus berlanjut. Misi militer tersebut dinamakan 'The Rising Lion' atau 'Singa yang Bangkit'.

"Tentara dan pilot kita beroperasi dengan gagah berani di atas langit Iran," katanya.

Kemunculan Netanyahu di lokasi terdampak menjadi sinyal bahwa Israel tidak akan mundur dalam menghadapi eskalasi konflik yang kini semakin memburuk.

Baca Juga: Jokowi tanggapi santai cuitan kader PSI soal ‘penuhi syarat jadi nabi’: Mikir yang rasional saja

Konflik ini sendiri merupakan buntut dari serangan Israel sebelumnya yang menghantam lebih dari 200 target militer dan strategis di Iran.

Puluhan warga Iran dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal dan drone ke berbagai wilayah Israel, termasuk Tel Aviv dan Bat Yam, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil.

Ketegangan antara dua negara tersebut kini menjadi sorotan dunia internasional karena berpotensi memicu dampak yang lebih luas secara regional maupun global.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X