Simbol perang dikumandangkan, Iran balas Israel dengan isyarat kuno

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:02 WIB
Foto bendera Iran/Islamic Republic of Iran (X/IRIran_Military)
Foto bendera Iran/Islamic Republic of Iran (X/IRIran_Military)

 

GENMILENIAL.ID - Iran secara resmi mengibarkan bendera merah di atas Masjid Jamkaran, Qom, sebagai respons atas serangan mendadak yang dilancarkan oleh militer Israel pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025.

Serangan itu menghancurkan fasilitas nuklir Iran dan menewaskan sejumlah tokoh penting, termasuk komandan militer senior dan ilmuwan nuklir.

Dalam tradisi Syiah, bendera merah bukan sekadar kain. Ia adalah isyarat kuno akan pembalasan atas tumpahnya darah yang dianggap tidak adil—sebuah tanda perang dan perlawanan yang sangat sakral.

Baca Juga: Evan Dimas tanggapi santai sorotan soal fisik: Tenang-tenang, aku lagi program gedein badan

“Rezim Zionis membuka tangannya yang jahat dan berlumuran darah… dengan menyerang pusat-pusat permukiman,” kata Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, dikutip dari Kashmir Observer.

Ratusan demonstran turun ke jalan

Setelah bendera dikibarkan, ratusan pengunjuk rasa memadati area sekitar Masjid Jamkaran, meneriakkan slogan anti-Israel dan mengibarkan bendera nasional.

Masjid tersebut berada di kota Qom, sekitar 140 km dari Teheran, dan dikenal sebagai salah satu situs suci penting di Iran.

Baca Juga: Heboh anak 7 tahun diduga disiksa ayah kandung di Kebayoran Lama, polisi temukan luka bakar di tubuh korban

Iran janji akan balas

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara militer Iran, mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Israel akan menerima balasan setimpal.

“Israel akan membayar harga yang mahal dan harus mengharapkan tindakan keras dari angkatan bersenjata Iran,” tegasnya.

Sementara itu, Press TV melaporkan bahwa kibaran bendera merah ini menandai dimulainya fase baru respons militer dan perlawanan terhadap agresi Israel.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Sumber: Press TV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X