Seskab Teddy: Prabowo dan Trump saling komitmen pererat hubungan bilateral dalam panggilan telepon

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 13 Juni 2025 | 23:55 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Letkol Teddy Indra Wijaya (Dok. Sekretariat Kabinet)
Sekretaris Kabinet (Seskab) RI, Letkol Teddy Indra Wijaya (Dok. Sekretariat Kabinet)

GENMILENIAL.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima panggilan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis malam, 12 Juni 2025.

Percakapan selama hampir 15 menit itu menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet RI, Letkol Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat 13 Juni 2025.

“Kedua pemimpin saling menanyakan kabar serta perkembangan terkini, baik di Amerika maupun di Indonesia,” ujar Teddy.

Baca Juga: IFG dukung literasi nasional lewat program hibah buku bersama Perpusnas RI

Selain berbagi informasi terkait kondisi terkini di masing-masing negara, Prabowo dan Trump juga menegaskan komitmen bersama untuk terus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

“Keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta menegaskan dukungan mereka terhadap upaya menjaga stabilitas dan perdamaian global,” tambah Teddy.

Lanjutan komunikasi dari tahun sebelumnya

Panggilan telepon ini bukan yang pertama antara keduanya. Sebelumnya, pada 11 November 2024, Prabowo juga melakukan panggilan dengan Trump.

Baca Juga: ESAI: Tone positif dan tone negatif dalam penulisan sejarah Indonesia: Elaborasi kritis berbasis epistemologi dan historiografi

Dalam perbincangan tersebut, Trump secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk menjalin komunikasi tanpa batas waktu.

“Anda bisa menghubungi saya kapanpun. Kamu punya nomor telepon saya, ini nomornya,” ucap Trump kala itu.

Dalam komunikasi sebelumnya, Prabowo menyampaikan harapannya agar hubungan Indonesia-AS dapat ditingkatkan melalui dialog yang lebih produktif dan kolaboratif di masa mendatang.

Panggilan terbaru ini memperkuat sinyal diplomatik antara Jakarta dan Washington, di tengah dinamika geopolitik dan tantangan global yang menuntut kerja sama strategis antar negara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X