Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN kendaraan listrik Kia.
Baca Juga: Gugatan ijazah Gibran tak dapat diterima MK, kuasa hukum sujud syukur
Saat ini, TKDN Kia disebut telah melampaui ambang batas minimum pemerintah sebesar 40 persen.
Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat secara bertahap hingga mendekati 80 persen.
Peningkatan pemanfaatan kapasitas produksi lokal juga diarahkan untuk membuat Carens EV semakin relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Hal itu mencakup aspek keterjangkauan, ketersediaan suku cadang, hingga kesiapan layanan purnajual.
Baca Juga: Putusan MK soal Gibran, Bivitri Susanti sebut ada 'bola panas' yang dilempar ke DPR
Carens EV jadi arah baru Kia di Indonesia
Perjalanan Kia Carens dari kendaraan keluarga bermesin konvensional menuju konsep kendaraan listrik menunjukkan perubahan arah produk mengikuti perkembangan kebutuhan mobilitas.
Carens EV Concept mempertahankan karakter utama Carens berupa kabin fleksibel dan serbaguna, tetapi menggabungkannya dengan teknologi kendaraan listrik, fitur konektivitas, teknologi keselamatan aktif, serta pengembangan ekosistem lokal.
Dengan konsep MPV listrik tiga baris dan dorongan terhadap peningkatan TKDN, Kia menempatkan Carens EV sebagai salah satu gambaran arah kendaraan keluarga Kia di Indonesia pada era elektrifikasi.***
Artikel Terkait
Rahasia umur panjang baterai Li-ion mobil listrik: Pahami siklus hidup dan tips perawatan
Diterpa isu pailit induknya, pabrik mobil listrik China neta andalkan stok suku cadang di RI
Mobil listrik BYD nyemplung ke kolam Bundaran HI, diduga sopir kurang hati-hati
Duh! Mobil listrik diduga gagal kendali di SCBD Jaksel, ini kronologi saat nabrak kaca gedung sampai ambyar ke jalan
Viral insiden mobil listrik Ioniq 6 terbakar di Simpang Tomang Jakbar, gimana awalnya?
Harga mobil listrik berpeluang lebih murah, BYD dikabarkan perluas ekspansi hingga bangun pabrik baterai sendiri
Baterai mobil listrik sudah berumur, apakah biaya perbaikannya bisa lebih mahal dari nilai mobil bekas?