Rahasia umur panjang baterai Li-ion mobil listrik: Pahami siklus hidup dan tips perawatan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 23:02 WIB
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (Unsplash.com/@CUTTERSNAP)
Ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (Unsplash.com/@CUTTERSNAP)

GENMILENIAL.IDMobil listrik kian diminati di tengah meningkatnya kesadaran akan energi bersih dan pengurangan emisi karbon.

Salah satu komponen terpenting yang menentukan performa, jarak tempuh, dan biaya perawatan jangka panjang kendaraan ini adalah baterai.

Bagi pemilik kendaraan listrik, memahami cara kerja dan siklus hidup baterai menjadi kunci untuk memaksimalkan umur pakainya.

Siklus hidup baterai

Siklus hidup baterai mengacu pada jumlah pengisian dan pengosongan penuh yang dapat dilakukan hingga kapasitas baterai turun signifikan.

Baca Juga: Istana belum pastikan daftar mantan Presiden yang hadir di upacara 17 Agustus

Satu siklus dapat berupa pengisian penuh dari nol hingga 100 persen, atau dua kali pengisian setengah kapasitas.

Umumnya, baterai mobil listrik mampu bertahan 1.000–2.000 siklus penuh.

Dalam pemakaian normal, ini setara dengan usia pakai 8–15 tahun, tergantung gaya mengemudi, pola pengisian, dan jenis kendaraan.

Mengapa Li-ion jadi pilihan utama

Mayoritas mobil listrik saat ini menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion) karena kepadatan energinya tinggi, bobot ringan, pengisian cepat, dan performa stabil.

Baca Juga: Kisruh royalti Ari Lasso, Menkum setuju WAMI diaudit

Keunggulan lainnya adalah tingkat self-discharge rendah, sehingga baterai mampu mempertahankan daya saat tidak digunakan.

Selain aman karena tidak mengandung zat berbahaya, baterai Li-ion juga bisa didaur ulang, mendukung misi kendaraan ramah lingkungan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X