Keluhan warga Haji Nawi soal bising lapangan padel viral, suara capai 77 dB dari pagi hingga tengah malam

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:58 WIB
Ilustrasi - olahraga padel yang kini tengah populer hingga memicu keluhan kebisingan dari lapangan di tengah permukiman warga (Freepik/freepik)
Ilustrasi - olahraga padel yang kini tengah populer hingga memicu keluhan kebisingan dari lapangan di tengah permukiman warga (Freepik/freepik)

GENMILENIAL.ID — Olahraga padel yang tengah booming di Indonesia sejak 2024 hingga 2026 kini memunculkan polemik di tengah permukiman warga.

Sebuah keluhan warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, viral di media sosial setelah mengungkap kebisingan dari aktivitas lapangan padel yang disebut berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.

Padel dikenal sebagai olahraga yang menggabungkan tenis dan squash serta ramah bagi pemula.

Popularitasnya yang kian meningkat membuat lapangan padel menjamur di berbagai kota, termasuk di wilayah permukiman padat penduduk.

Baca Juga: Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan

Namun di balik tren tersebut, muncul keresahan warga yang merasa terganggu oleh suara pantulan bola dan sorakan pemain.

Aktivitas sejak pukul 06.00 hingga 24.00 WIB

Melalui utas di Threads, seorang warganet dengan akun @idhm mengaku sejak Januari 2026 keluarganya harus menerima kebisingan hampir sepanjang hari dari lapangan padel yang berada di dekat rumahnya di kawasan Haji Nawi.

Ia menyebut aktivitas permainan berlangsung dari pukul 06.00 pagi hingga 24.00 malam. Dalam satu kali pemesanan, permainan bisa berlangsung 2–3 jam dan bergantian tanpa jeda berarti.

Baca Juga: Hasil sidang isbat Kemenag: Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh Kamis 19 Februari 2026

“Bayangkan, dari jam 6 pagi hingga jam 12 malam. Dengan rata-rata permainan padel 2-3 jam per booking, mereka silih berganti menimpa kebisingan demi kebisingan,” tulisnya.

Kebisingan disebut lampaui ambang batas

Tak hanya mengeluh di media sosial, ia bersama sejumlah tetangga disebut aktif mendokumentasikan suara bising sebagai bukti.

Pengukuran menggunakan alat menunjukkan tingkat kebisingan berada di kisaran 60–77 desibel (dB).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X