GENMILENIAL.ID - Bullying masih menjadi masalah sosial yang menghantui berbagai lapisan masyarakat.
Tak hanya terjadi di sekolah, perilaku ini juga banyak ditemukan di tempat kerja hingga dunia maya.
Namun, apa sebenarnya yang mendorong seseorang menjadi pelaku bully?
Baca Juga: Puasa Arafah dilaksanakan 5 Juni 2025, ini 3 keutamaannya bagi umat muslim
Dalam sudut pandang psikologi, tindakan bullying bukan semata soal kekuasaan, tapi sering kali berkaitan dengan kondisi kejiwaan pelaku.
Mereka mungkin terlihat dominan, namun di balik itu menyimpan rasa tidak aman, luka batin, atau trauma masa lalu.
Pelaku bullying cenderung mengalami defisit empati dan ketidakmampuan mengelola emosi.
Mereka biasanya tumbuh dalam lingkungan yang permisif terhadap kekerasan, atau justru menjadi korban kekerasan sebelumnya.
Baca Juga: Anak pencipta lagu 'Nuansa Bening' ikut buka suara soal polemik royalti dengan Vidi Aldiano
Beberapa motif umum pelaku bully antara lain:
- Ingin menunjukkan dominasi atau kekuasaan
- Merasa tertekan dan melampiaskannya pada orang lain
- Mengikuti tekanan kelompok agar merasa diterima
- Kurangnya pendidikan emosi sejak kecil
Di sisi lain, korban bullying bisa mengalami dampak psikologis jangka panjang. Mulai dari kehilangan rasa percaya diri, gangguan kecemasan, hingga depresi.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu memahami cara mengenali dan menghindari lingkungan atau pola yang toxic.
Baca Juga: Polemik lagu nuansa bening, pihak Keenan Nasution soroti royalti hingga etika penyanyi
Berikut beberapa tips praktis untuk menghindari perilaku bullying:
Artikel Terkait
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak
Anaknya terlibat kasus bullying, Vincent Rompies harap bisa diselesaikan secara kekeluargaan
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
ESAI : Bullying? hindari circle dan lingkungan toxic
Prihatin bullying, SMPN 1 Kasomalang deklarasi anti bullying yang dihadiri ratusan orang tua siswa, guru dan komite sekolah, ini 3 hal yang disepakati
Maraknya kasus bullying, Ketua PGRI Subang: Banyak guru ragu dalam mendisiplinkan siswa, takut dikriminalisasi