GENMILENIAL.ID - Ratusan orang tua siswa beserta guru di SMPN 1 Kasomalang menggelar deklarasi anti bulying dan sekolah ramah anak pada Jumat, 6 Desember 2024.
Bertempat di Aula SMPN 1 Kasomalang, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pihak sekolah dalam mencegah tindakan perundungan yang akhir-akhir ini marak di Kabupaten Subang.
Kepala Sekolah SMPN 1 Kasomalang, H. Tatang Rohana mengatakan bahwa ada sekitar 141 orang tua siswa, 17 guru ditambah juga dengan komite sekolah dalam aksi deklarasi anti bulying ini.
"Seluruh orang tua siswa sebanyak 141 orang, ditambah guru 17 orang, dan komite sekolah," kata H. Tatang dalam keteranganya pada awak media.
Lanjut, H. Tatang, harus ada upaya langkah konkret dalam melakukan pencegahan, agar kasus bulying atau perundungan tidak terjadi lagi, salah satunya dengan upaya melibatkan orang tua.
"Supaya tidak terjadi tindakan perundungan di lingkungan sekolah dan tempat tinggal, itu sebabnya keterlibatan orang tua sangat penting," ucap H. Tatang.
Dalam kesempatan tersebut, H. Tatang pun menuturkan bahwa ada tiga kesepakatan yang dilakukan antara pihak orang tua, guru dan komite, yaitu :
1. Tugas mendidik adalah kewajiban semua pihak
2. Pelaku dan korban perundungan bisa siapa saja, bisa siswa, guru, orang tua, warga masyarakat dan lain-lain
3. Memposisikan guru sebagai pihak yang selalu disalahkan adalah kesalahan fatal.
Dari hasil kesepatan tersebut, H. tatang pun mengatakan bahwa seluruh orang tua menyetujui poin-poin tersebut.
"Ya alhamdulillah, disetujui seluruh orang tua," ujarnya.
Dengan dilakukanya deklarasi anti bullying dan sekolah ramah anak tersebut, H. Tatang pun mnyebut bahwa kedepan pihaknya berharap, sekolahnya bisa menjadi percontohan di Kabupaten Subang.
"Ke depan, SMPN 1 Kasomalang bisa menjadi sekolah percontohan yang ramah anak," tuturnya.
Artikel Terkait
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak
Anaknya terlibat kasus bullying, Vincent Rompies harap bisa diselesaikan secara kekeluargaan
Mentas PAUDPEDIA, seperti ini penjelasan Abdul Mu'ti terkait pendidikan anak usia dini
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
Pendidikan berkualitas, Hidayat Nurwahid : Langkah tepat hadapi bonus demografi dan menuju Indonesia Emas 2045
ESAI : Bullying? hindari circle dan lingkungan toxic