Adian Napitupulu ungkap alasan anak muda gemar thrifting: Bentuk perlawanan terhadap krisis air bersih

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Rabu, 19 November 2025 | 20:35 WIB
Adian Napitupulu menyebut anak muda gemar  thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)
Adian Napitupulu menyebut anak muda gemar thrifting karena kesadaran dalam menyelamatkan lingkungan (Tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

GENMILENIAL.ID — Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, membeberkan alasan di balik meningkatnya tren thrifting di kalangan anak muda.

Ia menegaskan, kebiasaan membeli pakaian bekas bukan sekadar perkara harga murah, melainkan bentuk kesadaran lingkungan yang makin menguat, terutama soal krisis air bersih.

Pernyataan itu disampaikan Adian dalam rapat BAM DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 November 2025.

Baca Juga: Polri bongkar 110 anak terekrut jaringan terorisme: Rekrutmen lewat game online dan medsos kian masif

Menurut Adian, hasil riset yang ia tunjukkan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat bahwa 67 persen generasi milenial dan Gen Z membeli baju thrifting karena ingin mengurangi penggunaan air bersih.

“Bahwa kalau beli baju thrifting adalah upaya mereka untuk menyelamatkan air bersih,” ujar Adian.

Industri tekstil boros air, satu jeans 3.781 liter

Adian menjelaskan, industri tekstil menggunakan air dalam jumlah masif untuk setiap produk fesyen.

Satu celana jeans membutuhkan sekitar 3.781 liter air, sementara satu kaos katun memerlukan sekitar 2.700 liter, jumlah yang setara dengan kebutuhan minum seseorang selama 2,5 tahun.

Baca Juga: Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026

“Kalau kemudian generasi milenial risetnya 67 persen menggemari thrifting, salah satu alasannya ini. Artinya thrifting tidak bisa dilihat sederhana seperti yang dikatakan Pak Purbaya,” katanya.

Industri tekstil disebut sumbang 20 persen kerusakan udara

Tak hanya soal air, industri tekstil juga disebut menyumbang polusi udara dalam jumlah besar.

“Dari data yang didapat, industri tekstil menyumbang 20 persen kerusakan udara,” kata Adian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X