- Bangun kepercayaan diri – Latih diri untuk tidak mudah terpancing atau terganggu oleh komentar negatif.
- Tegas dan berani bicara – Katakan tidak saat direndahkan atau dilecehkan.
- Cari dukungan positif – Bangun lingkaran sosial yang suportif dan saling menguatkan.
- Lapor ke pihak terkait – Jangan ragu untuk meminta bantuan dari guru, atasan, atau pihak berwenang.
- Tingkatkan literasi emosional – Kenali dan kelola emosi diri agar tidak mudah terpancing atau jadi pelaku tanpa sadar.
Baca Juga: Seskab tegaskan tidak ada pergantian Kapolri, Jenderal Listyo masih aktif dan dampingi Presiden
Mencegah bullying tidak cukup hanya dengan menyalahkan pelaku, tapi juga dengan membangun budaya empati dan edukasi emosi sejak dini.
Lingkungan yang sehat akan lahir dari individu-individu yang peka dan saling menjaga.***
Artikel Terkait
8 Tips penting untuk orangtua dan guru supaya hindari anak dari perilaku bullying di sekolah
Orangtua perlu tau, ini dampak bullying terhadap psikologis anak
Anaknya terlibat kasus bullying, Vincent Rompies harap bisa diselesaikan secara kekeluargaan
Hadiri pemakaman korban bullying, Kapolres Subang sampaikan belasungkawa yang mendalam dan tegaskan akan mengusut tuntas kasus almarhum A.R
ESAI : Bullying? hindari circle dan lingkungan toxic
Prihatin bullying, SMPN 1 Kasomalang deklarasi anti bullying yang dihadiri ratusan orang tua siswa, guru dan komite sekolah, ini 3 hal yang disepakati
Maraknya kasus bullying, Ketua PGRI Subang: Banyak guru ragu dalam mendisiplinkan siswa, takut dikriminalisasi