Psikolog ungkap masalah keluarga banyak berawal dari faktor ekonomi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 4 Januari 2026 | 18:19 WIB
Psikolog Irfan Aulia ungkap menerima klien dengan kasus keluhan soal ekonomi (YouTube/Forum Keadilan TV)
Psikolog Irfan Aulia ungkap menerima klien dengan kasus keluhan soal ekonomi (YouTube/Forum Keadilan TV)

GENMILENIAL.ID — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental terus meningkat. Tak sedikit individu maupun pasangan kini mulai terbuka untuk datang ke psikolog, terutama saat menghadapi persoalan rumah tangga.

Namun, di balik berbagai keluhan yang disampaikan klien, faktor ekonomi kerap menjadi akar persoalan yang paling dominan.

Hal tersebut diungkapkan psikolog keluarga Irfan Aulia, yang mengaku sering menemui klien dengan permasalahan ekonomi sebagai latar belakang utama konflik keluarga.

Baca Juga: Kayu gelondongan jadi jembatan relawan salurkan bantuan untuk korban banjir Aceh

“Paling kelihatan itu ekonomi. Saya banyaknya konseling keluarga, dan yang paling kelihatan itu ekonomi. Berat ekonomi itu,” ujar Irfan Aulia dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu, 4 Januari 2026.

Ia menegaskan, tekanan ekonomi yang berat kerap membuat hubungan rumah tangga menjadi rapuh.

“Banyak sekali rumah tangga itu goyang karena faktor ekonomi,” tambahnya.

Masalah komunikasi berujung tekanan finansial

Menurut Irfan, konflik keluarga sering kali tidak berdiri sendiri. Dalam banyak kasus, permasalahan bermula dari komunikasi yang tidak sehat, lalu diperparah oleh tekanan ekonomi.

Baca Juga: Cerita bocah Aceh Tamiang saat banjir bandang terjang rumahnya: Air datang usai subuh hingga momen kelaparan

“Banyak sekali keluhan di hilirnya itu ekonomi, hulunya di komunikasi antar mereka. Tapi yang bikin itu kena crash karena faktor ekonomi,” jelasnya.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan nyata yang kerap dihadapi keluarga, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), mahalnya biaya tempat tinggal, hingga kebutuhan hidup sehari-hari yang terus meningkat.

“Misalnya dipecat, PHK, terus kemudian rumah mahal, kontrakan. Ya, faktor ekonomi,” imbuh Irfan.

Tekanan pekerjaan di tengah kondisi ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X