GENMILENIAL.ID - Hustle culture, sebuah fenomena sosial yang kian marak di era modern ini, kerap kali dijadikan tolok ukur kesuksesan.
Istilah ini merujuk pada gaya hidup yang menekankan kerja keras dan terus-menerus bekerja tanpa henti demi mencapai tujuan karier atau finansial.
Namun, seiring dengan meningkatnya popularitas hustle culture, muncul kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan mental.
Memahami Hustle Culture
Hustle culture mendorong individu untuk selalu produktif dan memaksimalkan setiap detik untuk bekerja.
Baca Juga: Kalahkan Filipina, Tim U-16 Indonesia berpeluang lolos ke babak semifinal
Slogan seperti 'work hard, play hard' atau 'no pain, no gain' menjadi mantra yang dipegang teguh oleh para penganutnya.
Media sosial memainkan peran besar dalam menyebarluaskan gaya hidup ini, dengan banyaknya unggahan yang memamerkan rutinitas kerja keras dan keberhasilan yang diraih.
Dampak terhadap kesehatan mental
Namun, di balik gemerlapnya kesuksesan yang dipamerkan, hustle culture membawa dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental. Berikut beberapa dampaknya:
1. Burnout
Burnout menjadi salah satu dampak paling umum dari hustle culture. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa kelelahan secara fisik dan emosional akibat tekanan kerja yang berlebihan.
Gejalanya meliputi kelelahan ekstrem, sinisme, dan menurunnya efektivitas kerja.
Artikel Terkait
6 Manfaat liburan di pantai salah satunya dapat meningkatkan kesehatan mental
Coba deh, 6 aktivitas seni ini bisa menjaga kesehatan mental
Pelukan hangat, bisa tingkatkan kesehatan mental
Hasil studi, banyak bergerak bisa jaga kesehatan mental
Mengelola stres di era teknologi, panduan untuk kesehatan mental
6 Dampak buruk marah bagi kesehatan salah satunya pada kesehatan mental
Stres karena main gadget, ini 8 tips menjaga kesehatan mental di era digital