Fenomena hustle culture dan dampaknya bagi kesehatan mental

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Selasa, 25 Juni 2024 | 12:13 WIB
Ilustrasi (Pixabay_HtcHnm)
Ilustrasi (Pixabay_HtcHnm)

GENMILENIAL.ID - Hustle culture, sebuah fenomena sosial yang kian marak di era modern ini, kerap kali dijadikan tolok ukur kesuksesan.

Istilah ini merujuk pada gaya hidup yang menekankan kerja keras dan terus-menerus bekerja tanpa henti demi mencapai tujuan karier atau finansial.

Namun, seiring dengan meningkatnya popularitas hustle culture, muncul kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan mental.

Memahami Hustle Culture

Hustle culture mendorong individu untuk selalu produktif dan memaksimalkan setiap detik untuk bekerja.

Baca Juga: Kalahkan Filipina, Tim U-16 Indonesia berpeluang lolos ke babak semifinal

Slogan seperti 'work hard, play hard' atau 'no pain, no gain' menjadi mantra yang dipegang teguh oleh para penganutnya.

Media sosial memainkan peran besar dalam menyebarluaskan gaya hidup ini, dengan banyaknya unggahan yang memamerkan rutinitas kerja keras dan keberhasilan yang diraih.

Dampak terhadap kesehatan mental

Namun, di balik gemerlapnya kesuksesan yang dipamerkan, hustle culture membawa dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan mental. Berikut beberapa dampaknya:

1. Burnout

Burnout menjadi salah satu dampak paling umum dari hustle culture. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa kelelahan secara fisik dan emosional akibat tekanan kerja yang berlebihan.

Baca Juga: Hadapi turnamen ASEAN U-19 Boys Championship, Indra Sjafri panggil 33 pemain Tim U-19 untuk lakukan pemusatan latihan di Jakarta

Gejalanya meliputi kelelahan ekstrem, sinisme, dan menurunnya efektivitas kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X