“Banyak akademisi, sejarawan, bahkan PBB menegaskan praktik Israel memiliki ciri kolonial pemukim, perampasan tanah, pemindahan paksa, diskriminasi struktural, dan upaya menghapus identitas Palestina," ujarnya.
Baca Juga: 352 Siswa keracunan massal di Bandung Barat, Dedi Mulyadi janji evaluasi program MBG
"Menganggap semua kritik sebagai dukungan terorisme hanya mengaburkan isu utama, pelanggaran HAM dan keadilan bagi rakyat Palestina,” tambahnya.
Pentingnya kritik dunia internasional
Bagi Yanuardi, kritik atas narasi 'Israel bukan negara kolonial pemukim' tidak semata membela Palestina, tetapi menegakkan prinsip keadilan universal.
“Identitas dan tanah adalah hasil relasi sosial-historis panjang, bukan sekadar klaim mitos untuk membenarkan penindasan. Dunia internasional harus kritis terhadap narasi yang menutupi kolonialisme dengan bungkus sejarah suci sejak Zaman Perunggu,” pungkasnya.***