352 Siswa keracunan massal di Bandung Barat, Dedi Mulyadi janji evaluasi program MBG

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 23 September 2025 | 20:04 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus ratusan siswa keracunan massal imbas program MBG di Kabupaten Bandung Barat (Instagram.com/@dedimulyadi71)
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi angkat bicara terkait kasus ratusan siswa keracunan massal imbas program MBG di Kabupaten Bandung Barat (Instagram.com/@dedimulyadi71)

GENMILENIAL.ID – Kasus keracunan massal menimpa ratusan siswa di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), diduga akibat menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi.

Awalnya hanya belasan siswa mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai makan siang MBG, namun jumlah korban melonjak cepat hingga mencapai 352 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan pada Senin, 22 September 2025 malam.

Situasi sekolah berubah panik. Siswa dilarikan ke puskesmas, rumah sakit, hingga posko darurat.

Baca Juga: Polri bentuk Tim Transformasi Reformasi: Harapan baru di tengah jalan panjang reformasi

Status Kejadian Luar Biasa (KLB) pun langsung ditetapkan oleh Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail, agar penanganan bisa lebih cepat dan menyeluruh.

Lonjakan korban dan penanganan darurat

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut korban terus berdatangan hingga dini hari. Aparat kepolisian kini ikut mendampingi penyelidikan penyebab keracunan.

Sementara itu, Pemkab KBB membuka posko darurat di GOR Cipongkor, serta menyalurkan korban ke RSUD Cililin dan RSIA Anugrah.

Hingga Selasa pagi, jumlah korban meningkat menjadi 364 siswa, meski sebagian besar sudah dipulangkan.

Baca Juga: Mahfud MD siap gabung Komite Reformasi Polri, Istana: Alhamdulillah

Evaluasi MBG oleh Gubernur Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan kasus ini menjadi bahan evaluasi serius.

Menurutnya, makanan MBG basi karena terlalu lama disimpan antara waktu masak dan distribusi.

“Waktunya sudah terlalu lama. Harus diubah agar jam masak mepet dengan jam distribusi supaya makanan tetap segar,” tegas Dedi di Bandung, Selasa, 23 September 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X