GENMILENIAL.ID – Gelombang protes yang dipelopori generasi Z kian mewarnai panggung politik dunia.
Dari Nepal, Prancis, Filipina, hingga Peru, pola aksi mereka menunjukkan benang merah yang sama, janjian lewat media sosial, lalu berubah menjadi ribuan massa di jalanan kota.
Berdasarkan laporan AFP, Senin, 22 September 2025, media sosial bukan lagi sekadar ruang hiburan.
Di tangan Gen Z, platform digital berubah menjadi mesin mobilisasi yang mampu menggerakkan ribuan orang hanya dalam hitungan jam.
Baca Juga: PT Dahana tunjukkan kemandirian alutsista Indonesia di TNI Fair 2025: Dari bom hingga rudal merapi
Peru: Dari timeline ke jalanan
Di Kota Lima, Peru, ratusan Gen Z turun ke jalan pada Minggu, 21 September 2025. Mereka menolak praktik korupsi, kejahatan geng, dan aturan baru dana pensiun.
Aksi yang bermula dari seruan digital berubah ricuh usai polisi menembakkan gas air mata.
Sedikitnya 18 orang terluka, termasuk jurnalis yang sedang meliput. Asosiasi Jurnalis Nasional Peru mencatat enam jurnalis menjadi korban kekerasan aparat.
Bagi pelajar muda Jonatan Esquen (18), ini adalah 'kebangkitan anak muda.' Sementara warga lain, Xiomi Aguilar, menyebut partai politik di Peru sebagai 'mafia.'
Baca Juga: Ny. Ega Anjani Reynaldy tegaskan Posyandu Subang siap bertransformasi, tak lagi hanya urus kesehatan
Filipina: Skandal korupsi picu ledakan massa
Di Filipina, Minggu, 21 September 2025, massa Gen Z melonjak dari 4.000 menjadi 15.000 orang hanya dalam sejam. Mereka mengecam skandal korupsi proyek banjir di Manila.