Menghormati leluhur, Komunitas Sajati kerja bakti bersihkan area petilasan Syekh Gelung dan Kuwu Sangkan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 5 Agustus 2023 | 17:31 WIB
Komunitas Sajati usai bersihkan petilasan Syekh Gelung dan Kuwu Sangkan, Sabtu, 5 Agustus 2023.
Komunitas Sajati usai bersihkan petilasan Syekh Gelung dan Kuwu Sangkan, Sabtu, 5 Agustus 2023.

GENMILENIAL.ID - Puluhan anggota Komunitas Sasapedahan Jajan Timbel (Sajati) gelar kerja bakti dengan melakukan pembersihan pada situs peninggalan leluhur yang terletak di sekitar Jalan Sukamelang, Kampung Parigi pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

"Kita melihat bahwa disitus peninggalan ini ada beberapa petilasan daripada leluhur kita, ada petilasan dari Kuwu Sangkan, salah satu leluhur kita dari Cirebon, termasuk juga Syekh Gelung," kata Ketua Sajati Letnan Kolonel CHK (Purn) Mochamad Lukmantias Amin pada genmilenial.id pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Lanjut lelaki yang akrab dipanggil Kang Lukmantias ini, terkait nasab petilasan tersebut hingga saat ini belum diketahui secara mendetail, termasuk kalau dihubungkan dengan raja-raja zaman kerajaan sebelumnya.

"Situs ini peninggalan yang sudah cukup lama, karena petilasan Kuwu Sangkan itu di area yang berpagar sampai ditumbuhi pohon beringin yang sangat besar," ujarnya.

Baca Juga: Bicara soal leadership, Kang Lukmantias sebut sebelas asas kepemimpinan, seperti ini penjelasanya

Dengan lokasi yang terletak ditengah pesawahan, hingga saat ini, petilasan tersebut masih dikunjungi oleh warga yang suka berziarah.

"Jadi area yang saya pikir ini 3000 meter lebih ya, ini sudah ditumbuhi pohon-pohon besar yang rimbun sehingga para petani disekitar banyak beristirahat dipinggiran area ini," ujarnya.

Kang Lukmantias juga menyebut bahwa Syekh Gelung merupakan sosok ulama yang melakukan penyebaran agama Islam.

"Kita berharap dengan melakukan penelusuran ataupun menghormatan melalui menjaga peninggalan ini, kita bisa lebih memahami asal-usul kita," ucapnya.

Baca Juga: Subang, putra daerah dan seni kepemimpinan seorang prajurit

Sebagai generasi yang saat ini hidup, lanjut purnwirawan TNI AD ini suatu kewajiban untuk merawat petilasan tersebut, agar kita tidak lupa terhadap jati diri kita.

Terkait usia petilasan tersebut, Kang Lukmantias juga memperkirakan usianya sekitar 200 sampai 300 tahun, atas dasar itu pula, Komunitas Sajati gelar kerja bakti dengan membersihan area sekitar petilasan tersebut.

"Mencintai dan menghormati leluhur kita, dengan memelihara peninggalanya, apapun itu, apakah itu makam, apakah itu petilasan, dan harapanya juga kecintaan ini tidak membiaskan kita kepada kemusyrikan," jelasnya.

Dengan area yang sangat rimbun, adanya sumur yang cukup jernih airnya, para petani yang suka beristirahat di area tersebut dan masih adanya masyarakat yang berziarah ke area tersebut, Kang Lukmantias juga menyebut perlu dibuatkanya Mushola ataupun Tajug.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X