Namun, banyak konflik sosial justru berawal dari perkataan yang menyinggung, merendahkan, atau melukai perasaan orang lain.
Baca Juga: Viral bantu anak nyasar di Makassar, wanita ini malah dituduh penculik oleh sang ibu
Rudi menekankan bahwa pelanggaran terhadap etika kesopanan dalam berkomunikasi sering kali memicu ketidakharmonisan di tengah masyarakat.
Dalam kondisi berpuasa, Rasulullah SAW bahkan menganjurkan agar seseorang tidak membalas cacian atau hinaan, melainkan cukup mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa.
Di era digital, tantangan komunikasi semakin kompleks. Bentuk komunikasi verbal tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media sosial, pesan singkat, dan ruang percakapan virtual.
Fenomena ujaran kebencian, sindiran, dan serangan verbal di dunia maya menjadi realitas yang sulit dihindari.
Baca Juga: Pidato terakhir Ali Khamenei sebelum gugur kembali viral singgung AS menuju kehancuran
Karena itu, menjaga etika komunikasi baik di dunia nyata maupun dunia digital menjadi bagian dari implementasi nilai puasa.
Ramadan menjadi momentum untuk melatih kecerdasan emosional dan spiritual dalam berkomunikasi agar tercipta suasana yang damai dan kondusif.
Bagi Rudi, keberhasilan puasa tidak hanya diukur dari menahan lapar dan haus, tetapi juga dari kemampuan menjaga lisan dan membangun komunikasi yang menebarkan energi positif.
Dengan demikian, puasa benar benar menjadi jalan menuju harmoni sosial dan peningkatan ketakwaan.***
Artikel Terkait
Puasa 6 hari di bulan Syawal harus berurutan atau boleh terpisah? begini penjelasannya
Pahalanya setara setahun berpuasa, ini 3 niat puasa 6 hari di bulan Syawal sesuai dengan kondisi saat akan memulai
Puasa Arafah dilaksanakan Kamis, 5 Juni 2025: Ini niat dan hadis yang dianjurkan
Tantangan besar John Herdman di Timnas Indonesia: Misi akhiri puasa gelar 30 tahun di Piala AFF 2026
ESAI: Literasi dan aktivisme
Ramadan 2026 di tenda pengungsian Aceh Tamiang, ibu ini ingin ajarkan anak puasa di tengah panas dan keterbatasan
Gus Miftah buka puasa bareng pekerja Colosseum Jakarta, kembali berdakwah di klub malam