Pidato terakhir Ali Khamenei sebelum gugur kembali viral singgung AS menuju kehancuran

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 3 Maret 2026 | 14:17 WIB
Menyoroti isi pidato terakhir pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran (X.com/@khamenei.ir)
Menyoroti isi pidato terakhir pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebelum dilaporkan gugur dalam serangan AS-Israel di Teheran (X.com/@khamenei.ir)

GENMILENIAL.ID – Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat AS dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026, memicu sorotan luas di media sosial.

Serangan udara tersebut dilaporkan menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran yang disebut dijatuhi puluhan bom.

Presiden AS Donald Trump turut memberikan pernyataan terbuka terkait kabar wafatnya Khamenei.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump di media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Baca Juga: Agnez Monica pastikan aman di Dubai, tepis isu terjebak imbas konflik Timur Tengah

Kabar tersebut memicu reaksi beragam, termasuk duka dari masyarakat Iran yang selama ini mengenal Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran dan figur sentral dalam struktur politik negara itu.

Di tengah situasi tersebut, cuplikan pidato terakhir Khamenei yang disampaikan pada 17 Februari 2026 kembali beredar dan menjadi perbincangan.

Soroti AS dalam pidato terakhir

Berdasarkan laporan NDTV World pada Selasa, 3 Maret 2026, pidato tersebut disampaikan dalam peringatan pemberontakan Tabriz tahun 1978 di Provinsi Azerbaijan Timur.

Dalam kesempatan itu, Khamenei menyoroti Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel. Ia menyebut kekuatan AS tengah mengalami kemunduran.

Baca Juga: Viral dugaan perpeloncoan PMI di Jepang, junior diminta makan natto di bawah tekanan senior

“Kekaisaran itu AS sebenarnya tengah menuju kehancuran,” tegas Khamenei dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut kini kembali viral dan dikaitkan dengan eskalasi konflik yang terjadi setelah serangan terhadap Iran.

AS dinilai terlilit masalah internal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X