Lebih lanjut, Aghitsna menyampaikan pesan dari ulama klasik seperti Imam Sufyan bin Uyainah, yang berkata:
Baca Juga: Promedia ajak pelaku media bangun optimisme di era digital lewat Mediapreneur Talks Tasikmalaya
“Kurangilah sifat mencari tahu kehidupan orang lain, niscaya peluangmu untuk melakukan ghibah akan berkurang.”
Ia juga menukil nasihat Imam Qutb Abdullah bin Abu Bakar Al-Idrus, yang menegaskan bahwa menggunjing seorang muslim bisa merusak hati, bahkan dampaknya dapat menimpa keturunan.
Pesan untuk generasi muda
Di tengah derasnya arus informasi dan budaya komentar di media sosial, Aghitsna mengajak generasi muda untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan menulis.
“Kini, fitnah bisa datang dari jari dan lisan. Menjaga ucapan berarti menjaga diri, karena dari satu kata bisa lahir pahala besar atau dosa yang tak bertepi,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Kang Rey resmikan Masjid Asmaul Husna, tegaskan masjid jadi pusat persatuan dan pendidikan umat
Keteladanan KH. Anwar Manshur: Ulama sepuh Lirboyo yang dihormati lintas generasi
Satu dekade Hari Santri: Bupati Subang dikukuhkan jadi Panglima Santri, serukan santri melek zaman dan inovatif
Momentum Hari Santri, Badan Wakaf As-Syifa gerakkan literasi Qur’an: 555 mushaf disalurkan untuk pelajar, lansia, dan majelis taklim
Wamen Haji Dahnil Anzar: Legalisasi umrah mandiri justru lindungi jemaah dan pelaku travel
SBY hadiri Haul ke-9 Haji Mochamad Thohir: Beliau adalah great leader yang tak pernah menyerah
29 Wisudawan STIQ As-Syifa hafal 30 juz Al-Qur’an, jadi bukti lahirnya generasi Qur’ani di era modern