Ternyata ini alasan dokter spesialis anak klaim konsumsi teh tidak baik bagi balita, salah satunya menghambat penyerapan zat besi

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 05:53 WIB
Ilustrasi minuman teh yang disebut sebabkan balita stunting, simak pernyataan dokter spesialis anak berikut ini. (Unsplash.com / Manki Kim)
Ilustrasi minuman teh yang disebut sebabkan balita stunting, simak pernyataan dokter spesialis anak berikut ini. (Unsplash.com / Manki Kim)

"Hb pasien 8,7 seharusnya di atas 11,0 dan profil darah lainnya mengarah ke anemia defisiensi besi," terangnya.

2. Kekurangan zat besi

Jati Kusuma juga mengungkapkan, defisiensi besi termasuk kekurangan mikronutrien yang sulit terdeteksi.

Baca Juga: Ketua PP Muhammadiyah berikan pesan inspiratif bagi ratusan calon sarjana UM Bandung, ini hal penting yang disampaikan

"Anemia defisiensi besi ini termasuk kekurangan mikronutrien yang sulit terdeteksi, jadi kekurangan mikronutrien besi (malnutrisi) ini tidak bergejala," terangnya.

Jati Kusuma mengklaim orang tua sang pasien tidak pernah mengecek kadar Hb tersebut karena anak yang tampak aktif dan ceria.

Akan tetapi, hasil laboratorium anemia ini akhirnya diketahui saat sang anak dirawat karena jatuh sakit.

"Sebelumnya orang tuanya tidak pernah mengecek kadar lab darah karena anak tampak aktif dan ceria, tidak pernah sekalipun pucat," tutur dokter spesialis anak tersebut.

"Hasil lab anemia ini ketahuan saat anak dirawat karena sakit dengan penyebab yang lain yaitu bronkopneumonia," tambahnya.

Baca Juga: Berikan wadah pendidikan agama bagi warga binaan, Lapas IIA Subang buka Pondok Kajian Islam di Masjid An-Nur

3. Anak sering konsumsi teh

Jati Kusuma juga menjelaskan, kasus gejala pasien anak yang mengalami anemia defisiensi besi ini, kadar Hbnya akan turun drastis di bawah angka 8.

"Biasanya kalau sudah bergejala, kadar Hb sudah anjlok di bawah 8," ujar dokter spesialis anak tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, Jati Kusuma mengaku telah menelusuri penyebab anjloknya Hb pasien tersebut, yaitu pihak orang tua sering memberikan konsumsi teh kepada anaknya.

"Setelah ditelusuri ternyata pasien ini sering diberikan teh oleh orang tuanya. Karena menurut ayahnya, anak lebih senang jika diberikan teh. Padahal teh ini bisa menghambat penyerapan zat besi," ungkap sang dokter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X