Hari Santri Nasional 2023, Bupati Subang serukan jihad perbaiki kondisi bangsa, ini pesan yang disampaikan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 22 Oktober 2023 | 14:26 WIB
Bupati Subang, H Ruhimat naiki kuda saat drama kolosal HSN 2023, Minggu 22 Oktober 2023
Bupati Subang, H Ruhimat naiki kuda saat drama kolosal HSN 2023, Minggu 22 Oktober 2023

Baca Juga: Upaya bersama melawan anak-anak cacat akibat yodium pada Hari Pencegahan Gangguan Defisiensi Yodium.

Lanjut Kang Jimat, Jihad yang dimaksud saat ini dalam kontek Indonesia bukanlah peperangan fisik melainkan memperjuangkan moral dan intelektual.

"Mari kita renungkan bersama, makna jihad bagi kita di zaman sekarang ini, kita tidak bisa meniru apa yang dilakukan oleh para santri di masa yang lalu yang rela berkorban nyawa dan harta untuk membebaskan Indonesia dari belenggu kolonialisme," terangnya.

Walaupun seperti itu, lanjut Kang Jimat kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan para santri dan kyai terdahulu.

"Pada kemerdekaan seperti sekarang, peran kaum santri termasuk para intelektual pesantren masih sangat dibutuhkan untuk turut serta memajukan kehidupan bangsa Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga: Konflik Palestina Israel, Kang Lukmantias doakan para pejuang Palestina dan dorong dermawan donasi kemanusiaan

Kang Jimat juga menyebut persoalan-persoalan bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, degradasi moral, hingga kesenjangan ekonomi yang terus melebar adalah masalah yang menanti untuk bisa dipecahkan.

"Jihad bisa kita maknai sebagai upaya menjaga diri dari segala hal yang merusak akhlak dan moral, jihad juga dapat bermakna bersungguh-sungguh membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti dengki, benci, sombong, rakus, dan lain sebagainya," ujarnya.

Maka dari itu, Kang Jimat juga memaparkan bahwa jihad yang bisa dilakukan saat ini yaitu harus bisa berlaku jujur, adil dan bertanggung jawab dalam segala urusan.

"Jihad kita adalah membantu sesama manusia, terutama kelompok lemah dan tertindas, jihad kita adalah berkontribusi positif untuk kemajuan bangsa dan negara," terangnya.

Baca Juga: Edukasi bahaya narkoba, Polres Subang lakukan penyuluhan di PKBM Karya Sejahtera

Dengan memahami makna jihad tersebut, Kang Jimat juga menegaskan bahwa santri bukanlah orang-orang yang mundur dari sebuah tantangan.

"Melainkan mereka yang siap menghadapi gejolak jaman sekaligus berkontribusi memajukan kehidupan masyarakat," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X