Baca Juga: Upaya bersama melawan anak-anak cacat akibat yodium pada Hari Pencegahan Gangguan Defisiensi Yodium.
Lanjut Kang Jimat, Jihad yang dimaksud saat ini dalam kontek Indonesia bukanlah peperangan fisik melainkan memperjuangkan moral dan intelektual.
"Mari kita renungkan bersama, makna jihad bagi kita di zaman sekarang ini, kita tidak bisa meniru apa yang dilakukan oleh para santri di masa yang lalu yang rela berkorban nyawa dan harta untuk membebaskan Indonesia dari belenggu kolonialisme," terangnya.
Walaupun seperti itu, lanjut Kang Jimat kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan para santri dan kyai terdahulu.
"Pada kemerdekaan seperti sekarang, peran kaum santri termasuk para intelektual pesantren masih sangat dibutuhkan untuk turut serta memajukan kehidupan bangsa Indonesia," pungkasnya.
Kang Jimat juga menyebut persoalan-persoalan bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, degradasi moral, hingga kesenjangan ekonomi yang terus melebar adalah masalah yang menanti untuk bisa dipecahkan.
"Jihad bisa kita maknai sebagai upaya menjaga diri dari segala hal yang merusak akhlak dan moral, jihad juga dapat bermakna bersungguh-sungguh membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti dengki, benci, sombong, rakus, dan lain sebagainya," ujarnya.
Maka dari itu, Kang Jimat juga memaparkan bahwa jihad yang bisa dilakukan saat ini yaitu harus bisa berlaku jujur, adil dan bertanggung jawab dalam segala urusan.
"Jihad kita adalah membantu sesama manusia, terutama kelompok lemah dan tertindas, jihad kita adalah berkontribusi positif untuk kemajuan bangsa dan negara," terangnya.
Baca Juga: Edukasi bahaya narkoba, Polres Subang lakukan penyuluhan di PKBM Karya Sejahtera
Dengan memahami makna jihad tersebut, Kang Jimat juga menegaskan bahwa santri bukanlah orang-orang yang mundur dari sebuah tantangan.
"Melainkan mereka yang siap menghadapi gejolak jaman sekaligus berkontribusi memajukan kehidupan masyarakat," tuturnya.
Artikel Terkait
Sinergitas TNI-Polri, Ini kata Bupati Subang dan Danyonif 312 Kala Hitam terkait kondisi Kamtibmas di Subang
Halal bihalal dengan insan pers, Bupati Subang sebut jurnalis mitra strategis menuju Subang Jawara
Berikan bantuan pada Ponpes Nurul Iman yang kebakaran, Bupati Subang ajak warga waspada
Kurang maksimal dan minim inovasi layani masyarakat, Bupati Subang rotasi para pejabat jelang akhir jabatanya
Pisah Sambut Kapolres, Bupati Subang sebut sosok AKBP Sumarni Ibu dari masyarakat dan rakyat Subang
Relawan Motekar gelar deklarasi dukungan pada Bupati Subang H. Ruhimat
Terkait layanan kesehatan, Bupati Subang minta Nakes layani pasien penuh ketulusan seperti keluarga sendiri