GENMILENIAL.ID - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah memasuki tahap yang menyerap investasi besar.
Pembangunan gedung berjalan, rekrutmen manajer dilakukan, dan puluhan ribu orang telah mengikuti rangkaian pelatihan.
Namun, di tengah persiapan tersebut, muncul pertanyaan penting mengenai kelanjutan program ini, kapan KDKMP benar-benar mulai menjalankan bisnis?
Pertanyaan itu menjadi relevan setelah proses panjang yang dilalui para calon manajer.
Baca Juga: Dua napiter dapat pembebasan bersyarat dari Lapas Subang, dikawal Densus 88 hingga BNPT
Pemerintah sebelumnya membuka 30.000 posisi manajer KDKMP. Hingga pendaftaran ditutup pada 24 April 2026, tercatat 639.732 orang mendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 483.648 pelamar dinyatakan lolos administrasi untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya.
Mereka yang akhirnya terpilih dipersiapkan menjadi manajer profesional KDKMP dan dikontrak melalui PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Besarnya proses rekrutmen tersebut menunjukkan sumber daya manusia untuk menjalankan koperasi telah dipersiapkan secara serius.
Namun, persoalan berikutnya justru berkaitan dengan kepastian penempatan dan dimulainya aktivitas kerja para manajer.
Rekrutmen besar, manajer masih menunggu
CEO Promedia Group, Agus Sulistriyono, menyoroti kondisi tersebut. Menurutnya, proses seleksi dan pelatihan telah membutuhkan energi serta biaya yang tidak sedikit.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin sebelumnya mengungkapkan biaya pelatihan mencapai sekitar Rp45 juta per peserta.