GENMILENIAL.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa data anggaran yang dimiliki Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah melalui proses verifikasi berulang dan bersumber dari catatan resmi negara.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya menanggapi protes sejumlah kepala daerah yang menilai data keuangan Kemenkeu berbeda dengan catatan pemerintah daerah.
“Data adalah hal yang paling penting ketika saya atau Kementerian Keuangan bicara tentang dana di daerah. Banyak daerah protes dan agak sedikit menyalahkan Kemenkeu dengan data yang tidak akurat,” ujar Purbaya dikutip dari kanal YouTube Kemenkeu, Selasa, 4 November 2025.
“Tapi kita selalu berpegang pada data resmi dan sudah dicek berkali-kali,” imbuhnya.
Data dijaga untuk kredibilitas negara
Purbaya menjelaskan, proses pengecekan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan di bawah koordinasi Askolani untuk memastikan akurasi laporan dan menjaga kredibilitas negara.
“Saya minta teman-teman semua juga ke depan melakukan hal yang sama, cek dan double check,” katanya.
Ia menegaskan, akurasi data menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah.
Monitor penyerapan APBN, tak ganggu kebijakan Kementerian
Meski baru dua bulan menjabat, Purbaya aktif melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian guna memantau realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ketika saya datang ke kementerian untuk menanyakan penyerapan APBN, bukan untuk mengganggu kebijakan masing-masing kementerian, tapi memastikan uang yang dialokasikan dipakai semaksimal mungkin,” tutur Bendahara Negara itu.
Menurutnya, efektivitas penyerapan APBN akan berdampak langsung terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.