Kunjungan Sari Ater turun 40–50 persen, pelaku usaha berharap kebijakan efisiensi dan larangan study tour dilonggarkan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 20 September 2026 | 13:55 WIB
Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, saat ditemui di Sari Ater, Sabtu, 19 September 2026
Director of Sales Sari Ater Hot Springs Ciater, D.S. Setiadhi atau Adhi, saat ditemui di Sari Ater, Sabtu, 19 September 2026

Baca Juga: Amukan karhutla terjang Gunung Buthak-Kawinajang di Jatim, 1.000 hektare hangus terbakar

“Dengan usaha tersebut diharapkan bisa menambah jumlah pengunjung ke Sari Ater,” ujar Adhi.

Pasar luar kota juga menjadi sasaran penting. Tim Sari Ater melakukan kunjungan promosi ke sejumlah wilayah seperti Banten, Jakarta, Bekasi, dan Cirebon yang dinilai menjadi pangsa pasar potensial.

Andalkan wellness dan sport tourism

Di tengah penurunan jumlah wisatawan, Sari Ater juga mencoba memperkuat karakter bisnis wisatanya melalui konsep pengalaman atau experience.

Adhi mengatakan Sari Ater tidak hanya menawarkan penginapan maupun rekreasi biasa.

Baca Juga: Kondisi siswi Karo yang diduga korban keracunan MBG kini membaik, sempat dijenguk Wapres Gibran

Keberadaan sumber air panas alami yang mengandung belerang menjadi salah satu fasilitas yang dikembangkan melalui konsep wellness dan sport tourism.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi pembeda Sari Ater dengan hotel maupun resort lainnya.

“Di sini kami mengedepankan bukan hanya sekadar menginap ataupun kunjungan rekreasi biasa, tapi kami mengedepankan experience,” katanya.

Konsep tersebut terutama diandalkan untuk meningkatkan kunjungan pada akhir pekan. Sementara pada hari kerja, promosi terus dilakukan untuk menarik wisatawan dan tamu korporasi.

Baca Juga: Viral cerita penumpang Air Asia, nyaris jadi korban pencurian di pesawat: Tas diambil dari kabin, dibuka tanpa izin

Pelaku usaha berharap kebijakan dilonggarkan

Adhi berharap pemerintah dapat memberikan ruang yang lebih longgar bagi sektor pariwisata di tengah kondisi penurunan kunjungan.

Ia secara khusus berharap kebijakan efisiensi dapat dilonggarkan. Selain itu, ia juga menyinggung kebijakan larangan melakukan study tour dan study banding yang menurutnya berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB
X