Saham SMRA bergerak terbatas, sinyal teknikal masih 'Sangat Jual' di tengah kasus HGB

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 18 September 2026 | 20:04 WIB
Kawasan Summarecon Bogor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saham Summarecon Agung bergerak di kisaran Rp288–Rp294 pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan penguatan sehari sebelumnya (Dok. Summarecon Agung)
Kawasan Summarecon Bogor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saham Summarecon Agung bergerak di kisaran Rp288–Rp294 pada perdagangan Kamis setelah gagal mempertahankan penguatan sehari sebelumnya (Dok. Summarecon Agung)

Berdasarkan analisis teknikal harian Investing.com, saham SMRA masih memperoleh sinyal 'Sangat Jual'.

Penilaian tersebut berasal dari perhitungan sejumlah indikator teknikal dan rata-rata bergerak. Untuk rata-rata bergerak, mulai dari MA5 hingga MA200, secara keseluruhan masih menunjukkan sinyal 'Sangat Jual'.

Baca Juga: Bahan baku MBG yang busuk diduga jadi penyebab kasus keracunan di daerah, berujung ribuan SPPG disetop

Sementara itu, indikator teknikal harian juga memperlihatkan kondisi serupa. Sebanyak enam indikator memberikan sinyal jual dan tidak terdapat indikator yang memberikan sinyal beli.

Sinyal tersebut menunjukkan tekanan teknikal terhadap saham SMRA belum sepenuhnya mereda, meskipun harga sempat mengalami penguatan dalam perdagangan intraday.

Namun, pembacaan indikator teknikal tersebut perlu dilihat sebagai hasil perhitungan berdasarkan pergerakan harga dan indikator pasar.

Sinyal dapat berubah mengikuti perkembangan harga, volume transaksi, serta informasi terbaru yang memengaruhi perdagangan saham.

Baca Juga: Ramai di medsos, gaya istri pejabat Kalsel disindir seperti ratu yang dikipas-kipas rakyatnya

Dengan demikian, sinyal 'Sangat Jual' tersebut bukan merupakan rekomendasi personal dari analis kepada investor untuk mengambil keputusan tertentu.

Saham SMRA anjlok 13,25 persen

Tekanan paling besar terhadap saham SMRA terjadi pada Selasa, 15 September 2026.

Penurunan tersebut berlangsung sehari setelah Presiden Direktur Summarecon Agung, Adrianto Pitojo Adhi, terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada perdagangan 15 September, saham SMRA anjlok 13,25 persen. Harga saham yang sebelumnya berada di level Rp332 kemudian turun menjadi Rp288.

Baca Juga: Viral diduga surat pernyataan dari kapal Virgo Transport 8 untuk korban selamat: Santunan Rp500 ribu asalkan tak ajukan tuntutan hukum

Dalam lima hari perdagangan, saham perusahaan pengembang properti tersebut tercatat terkoreksi Rp46 atau sekitar 13,77 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB
X