GENMILENIAL.ID — Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sempat menjadi perbincangan setelah orang tua siswa mengaku tetap harus datang ke sekolah untuk mengambil makanan bagi anaknya meski kegiatan belajar diliburkan akibat kabut asap.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membenarkan adanya kondisi tersebut.
Menurutnya, terdapat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terdampak karhutla yang meminta orang tua datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG anak.
Dapur sudah terlanjur menyiapkan MBG
Sudaryono menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan persiapan bahan makanan yang telah dilakukan dapur SPPG sebelum adanya pengumuman mengenai libur sekolah.
Ia mengatakan, bahan baku sudah dibeli dan dipersiapkan untuk dimasak.
Sementara itu, pengumuman mengenai sekolah diliburkan karena kabut asap akibat karhutla dilakukan secara mendadak.
“Jadi, karena ada karhutla, kemudian sekolahnya libur dan diumumkan di saat dapurnya sudah masak, gitu,” ujar Sudaryono kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Agustus 2026.
Menurut Sudaryono, dapur SPPG sudah membeli bahan baku dan melakukan persiapan sebelum adanya perubahan kebijakan terkait aktivitas sekolah.
“Dapur sudah beli bahan baku, sudah dicacah, sudah persiapan, sehingga harus dimasak kemudian di hari itu diambil,” lanjutnya.
Ia menegaskan, kondisi pengambilan MBG ketika sekolah diliburkan akibat karhutla tersebut hanya terjadi pada awal kejadian.
“Itu besoknya sudah enggak lagi,” sambungnya.
Artikel Terkait
Minuman rasa susu untuk MBG anak TK di Bogor jadi sorotan, kandungan airnya capai 86 persen
293 Santri Ponpes Manbhaul Hikam Sidoarjo diduga keracunan MBG, bermula saat jam makan siang
Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia
Bayang-bayang suspend berat dan pencopotan kepala SPPG, buntut keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam
334 Siswa-guru di Agam Sumbar dilaporkan keracunan MBG, berasal dari 3 Nagari wilayah Palupuh
Dirawat di 3 rumah sakit, 136 siswa SMP di Makale Tana Toraja diduga keracunan MBG
Kepala SMAN 1 Lasem Rembang ceritakan situasi genting saat ratusan siswa diare diduga imbas MBG basi