Selain itu, pelaksanaan program juga didukung oleh Yayasan Inspirasi Anak Bangsa serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi ini mencerminkan peran IFG sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong penciptaan nilai berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor.
Baca Juga: Aksi orator demo Kaltim viral, minta massa mundur agar tak bentrok dengan aparat
Perkuat daya saing UMKM batik
Keberadaan IPAL tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha batik, khususnya UMKM.
Dengan adanya pengolahan limbah yang sesuai standar, produk batik memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi tuntutan pasar yang kini semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan.
Selain itu, program ini juga mendorong perubahan perilaku pelaku usaha melalui peningkatan kapasitas dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai sentra batik di Indonesia, guna memperkuat transformasi industri yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial.***
Artikel Terkait
Batik Subang, geliat ekonomi UMKM lokal yang kini digenjot Pemda Subang, setiap instansi pemerintah wajib gunakan produk lokal
Batik ganasan diperkenalkan sebagai identitas Subang dalam kunjungan DWP Serang
Kolaborasi perempuan Subang di Hari Batik Nasional: Dari senam berbatik, lestarikan budaya hingga dorong UMKM lokal
Perkuat tata kelola, IFG dorong transformasi asuransi berbasis kepentingan nasabah
IFG tancap gas transformasi bisnis 2026, fokus perkuat layanan publik dan customer centricity
Transformasi digital IFG catat 500 ribu pengguna, One by IFG perluas akses layanan keuangan terintegrasi
IFG dan BP BUMN perkuat tata kelola program TJSL melalui Three Lines Model