IFG dan BP BUMN perkuat tata kelola program TJSL melalui Three Lines Model

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 22:29 WIB
IFG menggelar FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN - Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN di Financial Hall, Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026 (Dok. IFG)
IFG menggelar FGD Series #3: Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN - Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN di Financial Hall, Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026 (Dok. IFG)

GENMILENIAL.IDIndonesia Financial Group (IFG) bersama Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menggelar forum diskusi untuk memperkuat tata kelola program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di lingkungan BUMN.

Kegiatan yang dikemas dalam FGD Series #3 bertajuk Peningkatan GRC dalam Program TJSL BUMN, Three Lines Model dalam Manajemen TJSL BUMN tersebut digelar di Financial Hall, Jakarta, Rabu 25 Februari 2026.

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pengelolaan program TJSL melalui pendekatan Three Lines Model.

Baca Juga: Bupati Subang tekankan pembangunan butuh kebersamaan dan saling percaya

Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BP BUMN, Edi Eko Cahyono, hadir sebagai narasumber bersama sejumlah regulator, praktisi GRC, serta perwakilan IFG Group.

Perkuat tata kelola program sosial

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, mengatakan penerapan Three Lines Model dalam manajemen TJSL menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan.

Menurutnya, program TJSL tidak hanya sebatas aktivitas sosial, tetapi juga harus mampu memberikan dampak yang terukur serta dikelola secara profesional dan akuntabel.

“Melalui forum ini, IFG bersama BP BUMN mendorong penguatan peran dan fungsi pengendalian di setiap lini dalam pengelolaan TJSL," ujar Denny.

Baca Juga: Produksi sampah Subang tinggi, Ateng Sutisna dorong pengelolaan dimulai dari rumah tangga

"Program TJSL bukan sekadar aktivitas sosial ataupun objek audit, tetapi menjadi strategic value driver yang harus dikelola secara profesional, terukur dan akuntabel serta mampu memitigasi risiko dan membangun kepercayaan dengan stakeholder secara berkelanjutan,” sambungnya.

Ia menambahkan, sinergi antara regulator dan BUMN menjadi kunci dalam memastikan implementasi TJSL berjalan efektif serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Peran Three Lines Model

Pendekatan Three Lines Model menekankan pembagian peran yang jelas dalam tata kelola dan manajemen risiko di setiap lini organisasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X