Banyak perusahaan di Subang belum patuh wajib lapor lowongan, Disnaker kesulitan mapping tenaga kerja

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 19 April 2026 | 21:24 WIB
Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang yang menjadi pusat layanan ketenagakerjaan, termasuk pemetaan kebutuhan tenaga kerja di daerah
Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang yang menjadi pusat layanan ketenagakerjaan, termasuk pemetaan kebutuhan tenaga kerja di daerah

Baca Juga: Wanita tewas di Tangsel diduga dibunuh mantan suami, ini kronologinya

“Sehingga kita melatih sesuai dengan apa yang bisa kita perkirakan, kalau mau tidak bilang sembarangan,” ungkapnya.

Risiko ‘pengangguran terlatih’

Rona bahkan mengibaratkan kondisi saat ini seperti pengusaha warteg yang memasak tanpa mengetahui kebutuhan pasar.

Akibatnya, pelatihan yang diberikan berpotensi tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kita melatih A, B, C, D tapi yang dibutuhkan D, E, F, G, akhirnya jadi mubazir. Kita hanya menciptakan pengangguran terlatih,” tegasnya.

Baca Juga: Ujian kenaikan sabuk Inkanas Subang digelar di Polres, cetak karateka berprestasi

Ia mencontohkan pelatihan seperti forklift, security, welding, hingga sewing yang selama ini dilakukan belum tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Perlu kolaborasi dengan dunia pendidikan

Lebih lanjut, Rona menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pendidikan.

Hal ini untuk memastikan lulusan pendidikan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, terutama dengan masuknya investasi baru di Subang seperti sektor kendaraan listrik.

“Jangan sampai yang diberikan di pendidikan juga menjadi sia-sia, begitu lulus mereka tidak punya kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, mismatch antara pendidikan dan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga: Ikan sapu-sapu diburu warga Jakarta, rusak turap hingga ancam ekosistem sungai

Ia juga mencontohkan kebutuhan keterampilan khusus seperti bahasa Mandarin yang tidak bisa dipenuhi hanya dengan pelatihan singkat.

“Tidak mungkin kita memberikan pelatihan bahasa sesuai harapan perusahaan hanya dalam tiga bulan dengan anggaran terbatas,” katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X