Disnakertrans Subang klarifikasi data ke BYD dan VinFast usai disentil Dedi Mulyadi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 7 April 2026 | 19:03 WIB
Kepala Disnakertrans Subang, Rona Mairansyah, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat terkait serapan tenaga kerja lokal di Subang saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 April 2026
Kepala Disnakertrans Subang, Rona Mairansyah, menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat terkait serapan tenaga kerja lokal di Subang saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 April 2026

GENMILENIAL.ID - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Subang mulai bergerak menindaklanjuti pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menyoroti kinerja dinas tersebut dalam pidato Hari Jadi ke-78 Subang.

Sebagai respons, Disnakertrans Subang kini melakukan klarifikasi data terkait persentase rekrutmen tenaga kerja lokal di perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Kirim surat ke perusahaan kendaraan listrik

Kepala Disnakertrans Subang, Rona Mairansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkirim surat kepada dua perusahaan kendaraan listrik, yakni PT BYD Auto Indonesia dan PT VinFast Automobile.

Baca Juga: Tenda bazar Gading Serpong roboh diterjang hujan badai, UMKM panik selamatkan dagangan

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data valid terkait jumlah tenaga kerja lokal yang terserap.

“Saya sedang minta data itu, saya sudah berkirim surat ke BYD dan Vinfast untuk minta data rekrutmen tenaga kerja, by name by address,” ujar Rona saat ditemui GenMilenial.id di ruang kerjanya, Selasa, 7 April 2026.

Respons atas kritik gubernur

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Subang pada Senin, 6 April 2026, Dedi Mulyadi melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah OPD, termasuk Disnakertrans.

Baca Juga: Jembatan Cirahong sepi penjaga usai viral pungli, warga malah merasa tak aman

Dalam pidatonya, ia menyinggung dugaan rendahnya serapan tenaga kerja lokal, bahkan menyebut angka sekitar 20 persen.

Pernyataan tersebut diakui Rona menjadi pemicu pihaknya untuk segera melakukan penelusuran data secara menyeluruh.

“Saya juga terpecut sama pernyataan itu, kalau cuma 2 dari 10 berarti hanya 20 persen, dapat dari mana datanya?, jangan sampai surveinya satu titik digeneralisir se-Kabupaten Subang,” katanya.

Tidak membantah, tapi telusuri fakta

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X