Merger 15 asuransi BUMN jadi 3 entitas, strategi perkuat permodalan dan daya saing industri keuangan nasional

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 19 Februari 2026 | 14:48 WIB
Rencana konsolidasi 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas utama menandai babak baru penguatan industri jasa keuangan non-bank nasional (Dok. Istimewa)
Rencana konsolidasi 15 perusahaan asuransi BUMN menjadi tiga entitas utama menandai babak baru penguatan industri jasa keuangan non-bank nasional (Dok. Istimewa)

Apabila dirancang dengan baik, konsolidasi justru dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi industri asuransi nasional.

Baca Juga: Viral dugaan pencurian uang Rp4 juta milik nenek penjual nasi uduk di Jatiwarna Bekasi, pelaku terekam CCTV

Peran holding IFG dan ekosistem BUMN asuransi

Pemerintah sebelumnya telah membentuk Indonesia Financial Group (IFG) sebagai holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi melalui PP Nomor 20 Tahun 2020 pada 16 Maret 2020.

IFG menaungi 17 anggota holding yang terdiri dari perusahaan induk, anak perusahaan, hingga cucu perusahaan di sektor jasa keuangan non-bank.

Di dalam ekosistem tersebut terdapat sejumlah entitas BUMN asuransi dan penjaminan seperti PT Jasa Raharja, PT Jamkrindo, PT Askrindo, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), serta IFG Life yang memiliki mandat berbeda, mulai dari perlindungan kecelakaan lalu lintas, penjaminan kredit UMKM, asuransi umum, hingga asuransi jiwa.

Baca Juga: Viral polisi hentikan bus ugal-ugalan di Jombang, sopir diduga pengaruh alkohol bawa 61 penumpang

Melalui pendekatan holding dan konsolidasi yang lebih terarah, fragmentasi industri diharapkan dapat ditekan, termasuk potensi persaingan tidak sehat antar entitas dalam satu ekosistem.

Konsolidasi ini dipetakan bukan sekadar pengurangan jumlah perusahaan, melainkan membangun struktur industri yang lebih sehat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Pemerintah menargetkan sektor asuransi dan penjaminan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Transformasi tersebut juga mencerminkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri keuangan nasional agar lebih efisien, adaptif, dan siap menghadapi perubahan lanskap ekonomi global pada 2026 dan seterusnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X