Satgas impor ilegal belum efektif
Meski pemerintah telah membentuk Satgas lintas lembaga untuk memberantas impor ilegal, Firnando menilai kinerjanya masih jauh dari cukup.
“Praktik penyelundupan masih seperti jerawat, diberantas di satu titik, muncul di titik lain,” ujarnya.
Ia meminta pengawasan diperketat karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan banyak titik rawan.
“Kami mendorong Satgas ini terus bekerja di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian dan Presiden. Ini soal kedaulatan ekonomi,” tandasnya.
Optimistis dengan arah ekonomi Prabowo
Meski kritis, Firnando mengaku optimistis terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo sudah selesai dengan urusan pribadi, sekarang waktunya berbakti. Saya yakin beliau fokus memperkuat industri dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Firnando menutup dengan pesan reflektif.
“Saya ingin dikenang sebagai legislator yang berjuang agar BUMN kembali ke jati dirinya—agen pembangunan bangsa. Kalau BUMN, industri, dan rakyat bisa berjalan seimbang, di situlah Indonesia benar-benar berdaulat," tuturnya.***
Artikel Terkait
Terima audiensi Jaringan Pemred Promedia, Firnando Ganinduto ajak media kawal implementasi UU BUMN
Danantara resmi diluncurkan, Firnando H Ganinduto optimistis investasi naik signifikan
Tambang nikel Raja Ampat: Bareskrim selidiki dugaan pidana usai IUP dicabut
Jokowi angkat suara soal tambang nikel Raja Ampat: Kalau merusak lingkungan, harus dicabut
Cabut izin tambang di Pulau Wawonii, Menhut tegaskan komitmen lindungi lingkungan
Prabowo ultimatum: Tak ada ampun untuk jenderal atau partai terlibat tambang ilegal
Komisi VI DPR RI soroti reklamasi tambang BUMN, Firnando Ganinduto tekankan transparansi dan pengawasan lapangan