Pemerintah wacanakan 100 ribu kuota magang bergaji, mampukah serap tenaga muda?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000 (Dok. Dinkes Bulungan)
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000 (Dok. Dinkes Bulungan)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah tengah menimbang langkah ambisius untuk memperluas Program Magang Nasional Bergaji hingga menampung 100 ribu peserta.

Program ini digadang menjadi salah satu solusi percepatan penyerapan tenaga kerja muda di tengah meningkatnya jumlah fresh graduate setiap tahun.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyebut keputusan final mengenai perluasan kuota akan diambil setelah tahap pertama program dievaluasi.

Baca Juga: Wacana pemutihan tunggakan BPJS Kesehatan menguat, perlu payung hukum dan kesadaran peserta

“Tahap pertama ini menargetkan 20 ribu peserta. Kalau cepat terpenuhi dan hasilnya baik, kita siapkan tambahan target hingga 100 ribu pemagang,” kata Febrio dalam acara Media Gathering APBN 2026, Kamis 9 Oktober 2025.

Menjawab tantangan pengangguran muda

Pemerintah menilai program magang bergaji menjadi upaya strategis menekan tingginya angka pengangguran muda di Indonesia.

Setiap tahun, terdapat tambahan sekitar 3,5 juta angkatan kerja baru, sebagian besar lulusan perguruan tinggi dan penduduk usia produktif.

Baca Juga: Mendagri soroti pemborosan anggaran daerah: Rapat berulang, dinas fiktif, dan lemahnya pengawasan

Selama program berlangsung, peserta akan menerima upah setara Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing.

Perusahaan tetap diperkenankan memberikan bayaran lebih tinggi jika memungkinkan.

“Program ini bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga memastikan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja berlangsung dengan dukungan ekonomi yang layak,” ujar Febrio.

Ia juga menegaskan pemerintah ingin mendorong potensi di sektor informal dan gig economy, yang kini menjadi tren di kalangan anak muda.

Baca Juga: Polisi periksa sopir truk AQUA usai tabrakan maut di Cijambe, 3 tewas diduga akibat rem blong

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X