Pemerintah wacanakan 100 ribu kuota magang bergaji, mampukah serap tenaga muda?

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 08:59 WIB
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000 (Dok. Dinkes Bulungan)
Pemerintah berencana menambah kuota Program Magang Nasional Bergaji menjadi 100.000 (Dok. Dinkes Bulungan)

“Banyak pekerjaan di gig economy yang fleksibel tapi tetap menjanjikan,” tambahnya.

Bagian dari paket ekonomi 8+4+5

Program Magang Nasional Bergaji merupakan bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tahap pertama program ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi yang lulus maksimal satu tahun terakhir, dengan durasi magang selama enam bulan.

Pendaftaran penyelenggara dan peserta telah dibuka melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id.

Baca Juga: Jalur Cijambe kembali telan korban, truk pengangkut AQUA seruduk 5 kendaraan, 3 tewas

Proses seleksi berlangsung pertengahan Oktober, dan pengumuman hasil dijadwalkan pada 15 Oktober 2025. Program dijalankan hingga April 2026.

Menanti realisasi dan dampak nyata

Wacana penambahan kuota hingga 100 ribu peserta menumbuhkan optimisme baru bagi generasi muda yang tengah mencari pijakan karier.

Namun, pemerintah dituntut untuk memastikan program ini tak berhenti di angka kuota, melainkan membawa dampak nyata pada peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan kesiapan tenaga kerja muda menghadapi dunia industri.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X