Klaim stok aman, Mentan tegaskan Indonesia tak akan impor beras sampai akhir 2025

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 6 September 2025 | 20:41 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tegaskan Indonesia tak akan melakukan impor beras sampai akhir 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tegaskan Indonesia tak akan melakukan impor beras sampai akhir 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras hingga akhir 2025.

Amran menegaskan stok cadangan beras nasional saat ini mencapai hampir 4 juta ton, atau dua kali lipat dibanding tahun lalu.

“Insya Allah aman, tidak ada impor karena stok kita banyak,” ujar Amran di Palembang, Jumat, 5 September 2025.

Baca Juga: Proses sudah berjalan, Menko Airlangga ungkap Satgas PHK segera direalisasikan

Ia menjelaskan, selama dua tahun terakhir Indonesia memang melakukan impor beras untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP). Namun, tahun ini situasinya berbeda karena produksi meningkat.

Mengacu laporan Badan Pusat Statistik (BPS) dan FAO, panen 2025 diperkirakan mencapai 34–35 juta ton, naik sekitar 4 juta ton setara beras.

Dengan kenaikan itu, pendapatan petani disebut ikut naik hingga Rp60 triliun.

Baca Juga: Viral di medsos kabar PHK massal Gudang Garam, KSPI soroti kemungkinan penyebab hingga dampak luas

“Kita syukuri ini, di bawah gagasan Pak Presiden, regulasi disederhanakan, sarana produksi ditambah, pengadaan pupuk dipermudah, semua berkontribusi pada produksi,” kata Amran.

Ia juga menambahkan kenaikan stok berdampak pada naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 123 persen, yang menurutnya menjadi indikator penting kesejahteraan petani.

Amran menegaskan pemerintah akan tetap bertanggung jawab menjaga stabilitas harga, meski ada fluktuasi di pasar.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X