Mentan tegaskan stok beras kosong di ritel modern bukan karena langka, tapi pergeseran distribusi

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 4 September 2025 | 11:44 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tak ada kelangkaan beras meski stok di ritel modern kosong (Instagram/a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan tak ada kelangkaan beras meski stok di ritel modern kosong (Instagram/a.amran_sulaiman)

GENMILENIAL.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fenomena kosongnya stok beras premium di sejumlah ritel modern bukan disebabkan kelangkaan.

Amran menyebut kondisi itu terjadi akibat perubahan pola distribusi beras, di mana pasokan kini lebih banyak mengalir ke pasar tradisional dibandingkan ke ritel modern.

“Ada pola pergeseran mengisi ruang pasar tradisional, dari pabrik kecil ke pasar tradisional,” kata Amran di kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Menurut Amran, sebelumnya distribusi beras lebih banyak didominasi pabrik besar yang langsung memasok ke ritel modern.

Baca Juga: DPR gelar rapat evaluasi, tindak lanjuti tuntutan rakyat pascademo akhir Agustus

Dengan adanya perubahan distribusi, omzet penjualan di pasar tradisional justru meningkat.

Ia menegaskan, semua indikator termasuk inflasi dan produksi beras saat ini terjaga baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan.

“Dikatakan langka kalau produksi turun, itu baru langka. Tapi ini ada pergeseran,” ujarnya.

Amran memaparkan, kapasitas penggilingan kecil di Indonesia sudah mampu menghasilkan hingga 116 juta ton, dengan produksi gabah nasional sekitar 65 juta ton.

Baca Juga: 500 Petani Subang rasakan dampak positif Program Rubuha lawan hama tikus

Selisih tersebut memungkinkan pabrik kecil menyerap gabah petani lokal.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, dan naik menjadi 34 juta ton sampai akhir Desember 2025.

Angka ini jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni 20 juta ton.

Dengan capaian tersebut, Amran memastikan pasokan beras nasional aman dan stok kosong di ritel modern hanya bersifat sementara akibat perubahan pola distribusi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X