Mentan Amran bongkar pejabat Kementan masuk DPO kasus mafia pangan di hadapan DPR

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 16 Juli 2025 | 19:27 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran (Instagram.com/@a.amran_sulaiman)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, secara terbuka mengungkap bahwa terdapat pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Pertanian yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus mafia pangan.

Pernyataan ini disampaikan Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2025.

Amran menegaskan bahwa langkah tegas yang diambil terhadap para pejabat yang terlibat bukanlah bagian dari pencitraan publik, melainkan bentuk komitmen untuk membersihkan praktik-praktik kotor di sektor pangan, termasuk dari dalam kementeriannya sendiri.

Baca Juga: DPRD Subang sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, tegaskan komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan

“Bukan pencitraan, Pak. Sudah 11 kami hukum. Ada pejabat eselon II di tempat kami yang kini DPO. Jadi bukan untuk dikenal publik,” tegas Amran di hadapan anggota dewan.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Pertanian telah menindaklanjuti berbagai temuan kasus, termasuk 20 tersangka dalam kasus minyak goreng ilegal dan 3 tersangka dalam kasus pupuk palsu.

Lebih mencengangkan, kata Amran, pihaknya menemukan 212 merek beras premium dan medium yang tidak memenuhi standar mutu dan telah dilaporkan langsung ke Kapolri dan Kejaksaan Agung.

Baca Juga: Muharram jadi momentum bangun ketangguhan sosial, Assyifa Peduli rangkul yatim dan masyarakat Desa Tambakmekar

“Kami sudah kirim semua data 212 merek itu ke Kapolri, tertulis. Ini bukan soal gaya atau pencitraan, kami bergerak nyata,” lanjutnya.

Amran juga menyampaikan proses pemeriksaan terhadap para tersangka terus berjalan.

Ia menyebut bahwa pada 10 Juli 2025 lalu, 26 orang telah diperiksa, dan 40 lainnya akan diperiksa dalam waktu dekat.

Tak hanya menyasar pelaku eksternal, Amran menegaskan bahwa upaya penegakan hukum juga menyentuh jajaran internal Kementan.

Baca Juga: Iran, obor sains Islam yang terus menyala: Perspektif Yanuardi Syukur soal kejayaan intelektual negeri para Mullah

“Kalau dari luar kami sikat, dari dalam pun kami hukum. Kami serius memberantas mafia pangan,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X