Mentan bandingkan harga beras dengan Jepang, Titiek Soeharto: Pendapatan per kapita kita beda

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 00:55 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025 (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025 (Instagram/a.amran_sulaiman)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membandingkan harga beras di Indonesia dengan Jepang saat rapat bersama Komisi IV DPR RI.

Amran menyebut harga beras di Jepang bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram, jauh lebih mahal dibanding Indonesia. Menurutnya, kenaikan harga beras di tanah air yang relatif kecil kerap memicu reaksi besar dari masyarakat.

“Sekarang ini baru naik saja sedikit, ribut. Jepang sudah sampai Rp100 ribu per kilo harga beras hari ini,” ujar Amran dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca Juga: Gubernur Sulsel minta daerah tunda kenaikan pajak, tegaskan jangan bebani rakyat

Subsidi pangan dan peran vital beras

Dalam rapat, Amran juga menjelaskan soal subsidi pangan Rp150 triliun dan alasan pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk menjaga stabilitas pangan.

“Kenapa kita intervensi ada HET, kemudian ada HPP, karena ini adalah vital. Kalau ini bermasalah, kita kesulitan,” ucapnya.

Titiek Soeharto kritik perbandingan dengan Jepang

Pernyataan Amran langsung ditanggapi Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, yang menilai perbandingan harga beras Indonesia dengan Jepang tidak relevan.

Baca Juga: Ironi Immanuel Ebenezer: Dulu serukan hukuman mati koruptor, kini sendiri ditangkap KPK

Menurut Titiek, faktor pendapatan per kapita yang jauh berbeda harus dipertimbangkan sebelum membuat analogi harga pangan antarnegara.

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, income per kapita kita juga lain, Pak,” tegas politisi Partai Gerindra itu.

Harga beras mulai turun

Amran juga mengklaim harga beras di Indonesia yang sempat naik belakangan ini sudah mulai turun di 13 provinsi.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X